Karakter perairan Indonesia yang dipenuhi selat sempit dan laut dangkal menjadi tantangan tersendiri untuk melacak pergerakan kapal selam. Pengoperasian sonar celup (dipping sonar) FLASH (Folding Light Acoustic System for Helicopters) dinilai menjadi jawaban tepat untuk menutup celah keamanan bawah air di kawasan kepulauan.
Armada helikopter AS565 MBe Panther milik penerbangan TNI AL dinilai belum cukup ideal untuk memaksimalkan kapabilitas peperangan antikapal selam di wilayah perairan Indonesia. Ukuran fisik helikopter tersebut menjadi penghalang utama untuk membawa sistem sonar canggih berukuran besar.
Perwira Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menorehkan prestasi membanggakan. Seorang pilot spesialis antikapal selam sukses menembus pendidikan militer bergengsi di Rusia.