Amerika Kenalkan Teknologi EMATT, Penerbang TNI AL Akan Berlatih Peperangan Antikapal Selam Lebih Realistis

Jakarta, IDM – Penerbang TNI AL diperkenalkan dengan sebuah teknologi untuk berlatih peperangan antikapal selam oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) di Surabaya, Kamis (26/6).
Teknologi tersebut bernama EMATT (Expendable Mobile Antisubmarine Warfare Training Target) sebuah sistem pelatihan yang dirancang untuk simulasi target kapal selam dalam latihan peperangan antikapal selam.
Menurut Komandan Wing Udara 2 Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, mengatakan teknologi EMATT dapat membantu penerbang TNI AL berlatih lebih realistis dan efektif dalam mendeteksi dan menyerang kapal selam.
Baca Juga: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Kapal Perang Kerajaan Inggris
"Dengan kemampuan EMATT yang dapat mensimulasikan target kapal selam, penerbang Wing Udara 2 dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan operasi antikapal selam," kata Adam, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Sabtu (28/6).
Melalui teknologi EMATT, penerbang TNI AL juga dapat melatih kemampuan mereka dalam mendeteksi, mengidentifikasi, dan menyerang target kapal selam dengan lebih akurat.
"Dengan demikian, dalam latihan bersama Carat 2025 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penerbang Wing Udara 2 dalam operasi antikapal selam dan meningkatkan keselamatan laut," terangnya.
Baca Juga: TNI AD Sudah Pasok 400 Kendaraan Operasional Sejak Kepemimpinan KSAD Maruli
Adapun penerbang TNI AL akan berlatih kemampuan operasi antikapal selam pada latihan bersama Carat 2025 melalui pertukaran pengetahuan dengan Angkatan Laut Amerika Serikat dalam SMEE (Subject Matter Expert Exchange).
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penerbang TNI AL dalam bidang penerbangan dan taktik operasi udara maritim. Diharapkan (melalui) SMEE, penerbang TNI AL lebih siap dan efektif menghadapi tantangan di masa depan," ujarnya.
Pada latihan bersama Carat 2025, TNI AL melibatkan tiga KRI, yaitu KRI I Gusti Ngurah Rai-332; KRI Frans Kaisiepo-368; KRI Sampari-628. Sedangkan Angkatan Laut Amerika Serikat membawa salah satu kapal perang perusak (destroyer) kelas Arleigh Burke, USS Curtis Wilbur (DDG 54).
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi, 30 Personel Intelijen TNI AU Ikuti Latihan Keterampilan Persandian 2025
Selain mengerahkan sejumlah kapal perang tempur, TNI AL juga melibatkan helikopter hingga pesawat nirawak (drone). Sementara Angkatan Laut Amerika Serikat turut membawa pesawat intai maritim P-8 Poseidon.
Total 940 prajurit dari TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat terlibat dalam latihan bilateral tahunan ini. Rincian masing-masing prajurit ialah 700 prajurit dari TNI AL yang meliputi Komando Pasukan Katak (Kopaska); Korps Marinir, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal); Pangkalan TNI AL (Lanal) jajaran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V; tenaga medis dari RSPAL dr. Ramelan.
Sedangkan Angkatan Laut Amerika Serikat tercatat membawa 200 prajuritnya, termasuk dari Korps Marinir Amerika Serikat (USMC). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































