HANKAM

Amankan Distrik di Papua Tengah, Koops TNI Habema Klaim Tembak Mati Empat Anggota OPM

Koops TNI Habema
Koops TNI Habema bersama Tim Intai Tempur setelah melaksanakan operasi pengamanan wilayah di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. (Foto: Dok. Pen Koops TNI Habema)

Jakarta, IDM – Satuan tugas dari Komando Operasi (Koops) TNI Habema melalui personel Batalion Infanteri (Yonif) 315/Garuda bersama Tim Intai Tempur (Taipur) melaksanakan operasi pengamanan wilayah di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9).

Pengamanan dilaksanakan setelah Koops TNI Habema mendapat informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah tersebut.

Dalam proses pengamanan, terjadi kontak senjata antara personel Satgas Koops TNI Habema dan kelompok OPM.

Baca Juga: Yonarmed 12 Kostrad Amankan Ratusan Senjata dan Munisi di Perbatasan RI-RDTL

“Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, empat anggota kelompok tersebut dilaporkan meninggal dunia. Dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya.

Koops TNI Habema meyakini, sejumlah anggota OPM lain berhasil kabur saat para personel TNI melaksanakan pengamanan.

Dari lokasi kejadian, personel juga mengamankan sejumlah barang yang berdasarkan identifikasi awal meliputi satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir munisi kaliber 5,56 mm, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.

“Seluruh temuan selanjutnya diamankan untuk pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Wirya.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menekankan bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

“Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional, dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang,” ujar Brigjen Riyanto.

Baca Juga: 1.583 Casis Tamtama Lolos Seleksi TNI AD, Mayoritas Masuk Infanteri

Pangkoops juga kembali mengajak anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.

“Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman. Mari kita bangun Papua bersama. Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik,” kata Riyanto.

Riyanto menambahkan, bagi Koops TNI Habema, keberhasilan operasi bukan hanya ketika ancaman dapat dikendalikan, tetapi ketika ruang yang semakin aman dapat kembali menjadi ruang kehidupan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.