Alutsista Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra Terus Bertambah, TNI Kerahkan 20 Pesawat Angkut dan 14 KRI

Jakarta, IDM – TNI terus menambah pengerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk operasi kemanusiaan di lokasi-lokasi terdampak bencana banjir dan longsor Sumatra.
Saat ini, TNI mengerahkan 20 pesawat angkut. Jumlah tersebut terus bertambah, dari yang sebelumnya 15 unit pesawat fixed wing.
“Terkait alat utama sistem persenjataan (alutsista), per hari ini kami menambah kekuatan pesawat angkut menjadi 20 unit, bertambah dua unit,” ujar Brigjen Osmar Silalahi, Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (8/12).
Baca Juga: Presiden Prabowo Tunjuk KSAD Maruli Dansatgas Percepatan Perbaikan Jembatan dan Infrastruktur
Selain itu, TNI juga mengerahkan total 36 pesawat rotary wing atau helikopter dari ketiga matra. Pesawat dan helikopter itu membawa bantuan logistik melalui metode airdrop dan helibox.
Melalui unsur laut, TNI menerjunkan 17 kapal. Rinciannya, 14 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan tiga Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI).
Dari 14 KRI, 11 di antaranya sudah berada di daerah operasi. Kapal tanker TNI AL KRI Bontang-907 telah berangkat dari Jakarta menuju Sibolga mengangkut 2.000 kiloliter bahan bakar yang akan didistribusikan ke daerah bencana.
Baca Juga: Dukung Pemulihan Mental Anak-anak Pascabanjir, Kesdam IM dan Unsyiah Gelar Trauma Healing
Satu KRI disiagakan di Jakarta dan satu lagi perjalanan dari Makassar ke Jakarta untuk mengangkut bahan kontak bantuan.
“Kami menggunakan pesawat, helikopter, KRI, dan kapal ADRI. Hari ini juga kami mengerahkan tiga unit pesawat dan kapal laut untuk membawa bantuan logistik dari Lanud Halim Perdanakusuma dan Lanud Soewondo menuju sasaran,” kata Osmar.
Di bidang pemulihan infrastruktur, TNI terus mengakselerasi pembangunan jembatan Bailey di wilayah terdampak yang terputus akibat bencana. TNI juga mengopersikan dapur lapangan 40 dan 49 pos kesehatan di sejumlah titik. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































