Alumni Akabri 2000 Kirim 10 Truk Bantuan Bencana ke Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat

Jakarta, IDM – 14 Desember 2025, ratusan alumni Akabri 2000 Pamor Persada yang terdiri dari unsur TNI-Polri sudah ramai berkumpul di Markas Brigade Parako 1 Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Agendanya adalah bakti sosial sekaligus pengiriman bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Acara yang dibalut dengan reuni perak 25 tahun pengabdian tersebut diungkapkan Komandan Brigade Parako 1 Pasgat, Kolonel Pas Helmi A. Nange, sebagai bentuk rasa syukur atas dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan untuk bangsa dan negara.
“Pada hari ini kita dapat berkumpul dalam rangka suasana penuh kebersamaan, kehangatan, dan kepedulian sosial dalam rangka syukuran dan bakti sosial Akabri 2000 Pamor Persada,” ujar Nange.
Baca Juga: Kemhan RI-Jepang Bahas Pelaksanaan OSA untuk Penguatan Kapabilitas Pertahanan Indonesia
Acara ini, lanjut Nange, selain memberikan santunan kepada 50 anak yatim juga pelepasan bantuan sosial secara langsung ke wilayah terdampak bencana.
“Siang ini akan diberangkatkan menggunakan 10 truk dengan skema 4 truk ke wilayah Aceh, 3 truk ke wilayah Sumatra Utara, dan 3 truk ke wilayah Sumatra Barat,” kata Nange.
Nantinya, barang bansos akan didistribusikan dengan menggunakan KRI pada 20 Desember 2025 bersamaan dengan bansos dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah.
“Untuk sementara, barang bansos akan disimpan terlebih dahulu di Brigade Parako 1 Pasgat dan akan digerakkan ke Kolinlamil pada tanggal 19 atau 20 Desember 2025,” jelas Nange.
Dengan disalurkannya bantuan sosial ke wilayah terdampak, Nange bersama seluruh alumni Akabri 2000 berharap dapat meringankan beban, membawa manfaat, serta mempererat ikatan persaudaraan kebangsaan.
Baca Juga: TNI AL Pulihkan Trauma Warga Aceh dan Hidupkan Listrik RSUD
Sementara itu Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga alumni Akabri 2000 hadir dalam acara ini. Ia mengatakan, kegiatan pada hari ini menjadi bentuk dedikasi dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Tentu pada kapasitas profesi masing-masing kita telah menjalankan tugas. Angkatan Darat mengirimkan personelnya untuk membantu. Kemudian tentunya teman-teman Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang setiap saat juga mengirimkan bantuan. Karena memang banyak sekali jalur darat yang terputus. Dan saat ini terus kita lakukan perbaikan, percepatan perbaikan dan pemulihan,” ujar AHY.
Pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, AHY mengatakan agar segera bisa dibangun dan diperbaiki infrastruktur dasar, baik jalanan, air bersih, dan perumahan rakyat.
“Oleh karena itu dengan itikad yang baik, dengan rendah hati, kami berusaha juga untuk menggalang dari keluarga besar Pamor Persada sendiri. Bantuan kemanusiaan. Bantuan kemanusiaan yang sebentar lagi akan kita kirim,” tambahnya.
Baca Juga: 15 Lulusan Terbaik Seskoal Ikut Kunjungan ke Singapura, Perkuat Kompetensi SDM
Semangat 25 tahun pengabdian ini disebut AHY semoga tidak hanya menjadi milestone yang penting tetapi juga benar-benar punya makna yang baik dan berdampak yang positif.
Usai acara, AHY bersama para alumni Akabri 2000 melepas keberangkatan 10 truk yang akan mengirim bantuan ke wilayah terdampak bencana.
Berdasarkan informasi, bantuan yang dikirimkan antara lain popok bayi, pembalut wanita, mie instan, minyak goreng, beras, hingga pakaian anak, celana anak laki-laki, dan sarung. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































