Alasan Warga Serahkan Senjata Api Sukarela ke TNI AD

Jakarta, IDM – Warga di perbatasan RI–RDTL menyerahkan senjata api (senpi) secara sukarela kepada personel Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Pos Oepoli Pantai.
Penyerahan senpi jenis Springfield ini berasal dari masyarakat di Desa Bakuin, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang.
Baca Juga: TNI Siapkan 113.000 Prajurit Tiga Matra Bantu Polri Amankan Nataru
"Penyerahan senjata dilakukan oleh seorang warga berinisial Y (58), yang menyatakan bahwa senjata tersebut merupakan peninggalan orang tuanya," tulis keterangan Penkostrad dikutip, Senin (22/12).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa penyerahan senjata dilatarbelakangi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad, khususnya melalui kegiatan teritorial seperti pengobatan gratis yang rutin dilaksanakan di wilayah perbatasan.
Baca Juga: RSPPN Soedirman Kemhan Kerahkan Tim Medis ke Aceh Pascabencana
"Kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak positif dan manfaat langsung bagi masyarakat setempat," tulis keterangan Penkostrad.
Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman, edukasi, serta pelayanan kepada masyarakat guna menjaga kondusivitas wilayah dan memperkuat stabilitas keamanan di sepanjang perbatasan RI–RDTL (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































