Alasan TNI Kirim 68.395 Ribu Prajurit Amankan Aset Strategis Bangka–Morowali

Jakarta, IDM – TNI mengerahkan 68.395 ribu prajurit dalam Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2025 di dua tempat sekaligus yaitu Bangka Belitung dan Morowali, Sulawesi Tengah.
Dilansir dari keterangan Penkodam XIV/Hasanuddin, Sabtu (22/11) di Bangka Belitung TNI mengerahkan 41.397 personel TNI dan di Morowali melibatkan 26.998 personel.
Baca Juga: Aksi Sukhoi Skadron Udara 11 Paksa Pesawat Asing Mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin
Kegiatan ini langsung ditinjau Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta sejumlah pejabat negara.
Dijelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti soliditas, kesiapsiagaan, dan kemampuan tempur gabungan TNI dalam menghadapi spektrum ancaman, termasuk ancaman terhadap sumber daya alam strategis.
Lebih lanjut dikatakan bahwa materi latihan yaitu skenario Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya terkait pengamanan wilayah yang rawan konflik kepentingan seperti kawasan hutan dan pertambangan.
Baca Juga: Zeni Bekali Infanteri Marinir Teknik Deteksi Ancaman dalam Latihan Handak
"Pemilihan Bangka Belitung dan Morowali dilandasi pertimbangan strategis mengingat besarnya kekayaan sumber daya alam di wilayah tersebut, termasuk potensi kerawanan akibat praktik penambangan tanpa izin yang selama ini merusak lingkungan dan merugikan negara. Oleh karenanya, kehadiran TNI menjadi krusial untuk melindungi objek vital nasional," tulis keterangan Kodam XIV/Hasanuddin.
Untuk diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan maraknya operasi tambang ilegal di Bangka Belitung, bahkan mencapai sekitar 1.000 titik, yang menyebabkan Indonesia kehilangan hingga 80 persen produksi timah nasional. Prabowo kemudian memerintahkan TNI melakukan pengamanan ketat seluruh jalur pergerakan material timah. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































