Alasan Prajurit TNI AD Belajar Air dan Listrik, Berkaitan dengan Konflik Bersenjata

Jakarta, IDM – Baru-baru ini Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) melaksanakan upacara pembukaan Pendidikan Bintara Pembekalan Air Dan Listrik TA 2026.
Dilansir dari keterangan Penpusdikzi, Kamis (16/4), dalam pembukaan tersebut Komandan Pusdikzi Brigjen TNI Tommy Arief Susanto mengatakan pembekalan pendidikan ini berkaitan dengan kondisi dunia global yang tidak menentu.
Baca Juga: Prajurit Sumbang Puluhan Kantong Darah untuk Korban Kecelakaan Truk TNI AD
Menurutnya maraknya konflik bersenjata dan bencana alam di berbagai belahan dunia seringkali berdampak pada krisis air bersih dan keterbatasan energi listrik. Oleh karena itu, kemampuan teknis di bidang pembekalan air dan listrik menjadi sangat krusial bagi prajurit Zeni TNI AD.
"Prajurit Siswa harus memiliki kemampuan spesialisasi, di antaranya pembekalan air dan listrik. Program TNI AD Manunggal Air adalah bukti nyata di mana Zeni telah mampu membangun lebih dari 3.400 titik air bersih yang membantu lebih dari 1,2 juta jiwa di berbagai daerah," ujar Tommy.
Baca Juga: BRIN Bikin Sistem Teknologi untuk Mudahkan Latihan Tempur Perwira Siswa Sesko TNI
Lebih lanjut ia menekankan agar para siswa belajar sungguh-sungguh termasuk memberikan pesan kepada para pembina.
"Jadikan pendidikan ini sebagai sarana belajar yang sungguh-sungguh. Kepada para pelatih, saya titipkan para Bintara Siswa untuk dididik dan dilatih sesuai dengan sasaran pendidikan yang telah ditetapkan," tutup Tommy. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































