Alasan PDL Baru TNI Bercorak Sage Green, Loreng Malvinas Diganti secara Bertahap

Jakarta, IDM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, pakaian dinas lapangan (PDL) TNI kini bercorak sage green.
Freddy mengatakan, corak tersebut dipilih setelah melalui pengkajian, baik dari fungsi maupun secara penampilan.
“Secara fungsi dari sisi tempur, bagaimana warna menyesuaikan dengan vegetasi Indonesia. Kemudian bagaimana tingkat kenyamanan dalam penggunaan. Maka dipilihlah corak ini,” ujar Freddy di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Baca Juga: KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Jadi Pilihan Prabowo Inspeksi HUT ke-80 TNI, Ini Spesifikasinya
Freddy menambahkan, loreng bercorak sage green ini juga memiliki pola digital yang lebih detail dibanding loreng malvinas sebelumnya.
“Dan itu pastinya akan memberikan rasa kebanggaan kepada prajurit. Secara tidak langsung akan meningkatkan militansi dalam setiap kegiatan yang diemban,” kata Kapuspen TNI.
Setelah ada PDL baru, loreng malvinas yang dipakai TNI sejak tahun 1982 secara bertahap akan diganti.
Baca Juga: HUT ke-80 TNI: Tank Amfibi Marinir dan Gladi Siswa KKRI Ramaikan Monas
“Nanti (loreng malvinas) bertahap akan diganti,” kata Freddy.
Adapun motif PDL baru TNI tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Panglima TNI tentang pengesahan perubahan motif pakaian dinas lapangan TNI tertanggal 27 September 2025.
Rencananya, PDL baru itu akan dipakai serentak pada puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-80 TNI di Monas, Minggu (5/10). (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































