HANKAM

Aksi Prajurit Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Ganja dan Hewan Dilindungi

Yonarmed
Satgas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Perbatasan RI-Malaysia. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Berbagai upaya pengamanan terus dilakukan Satuan tugas (Satgas) perbatasan dalam upaya menjaga wilayah NKRI.

Terbaru, seperti dilansir dari keterangan resmi Dispenad, Rabu, (26/4) anggota Pos Kotis Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/105 Trk Bogani telah berhasil mengamankan satu ekor hewan Trengiiling dan satu kantong plastik yang berisi sisik Trenggiling dengan berat 0,5 kg, yang diduga akan diselundupkan ke wilayah perbatasan Malaysia di Jalur tidak resmi Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

"Setelah menerima laporan Tim Patroli Pos Kotis yang terdiri dari empat personel langsung melaksanakan patroli dan penyisiran di jalan-jalan tikus sebagai bentuk reaksi cepat satgas dalam mencegah adanya penyelundupan barang ilegal. Hasilnya ditemukan satu kotak kardus yang didalamnya terdapat 1 ekor Trenggiling dan 1 kantong plastik berisikan sisik Trenggiling dengan berat 0,5 kg. Trenggiling adalah hewan yang dilindungi di Indonesia menurut Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990," kata Dansatgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani, Letkol Arm Edi Yulian Budiargo.

Baca Juga: Kembali Berulah, KKB Menyerang Personel TNI-Polri di Intan Jaya

Nantinya Trenggiling ini akan diserahkan kepada Karantina Pertanian Wilker Entikong di PLBN Badau.

Yonarmed
5,4 Kilogram Ganja Berhasil Diamankan Satgas Pamtas Yonif 132/BS di Perbatasan RI-PNG. (Foto: Dok. Dispenad)

Sementara itu di ujung timur perbatasan yaitu di perbatasan RI-PNG, personel Satgas Pamtas Yonif 132/BS juga berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja kering seberat 5,4 kg.

Keberhasilan ini dilakukan oleh personel yang bertugas di Pos KM 76 Kipur D Satgas pada saat melaksanakan Sweeping di Jalan Trans Jayapura-Wamena tepatnya di Kampung Uskuar, Minggu, (23/4).

Baca Juga: Lantamal V Kirim Ratusan Calon Komcad Matra Laut 2023

"Bermula sekitar pukul 23.30 WIT waktu setempat, personel Pos KM 76 yang dipimpin oleh Sertu Indra Jaya selaku Wadanpos saat pelaksanaan sweeping memberhentikan sebuah kendaraan Toyota Rush berwarna silver biru yang sedang melintas di Jalan Trans Jayapura-Wamena dari arah Waris, dan benar saja petugas mendapatkan 3 orang dengan gelagat yang mencurigakan. Hanya saja saja satu orang dari mereka berhasil kabur melarikan diri masuk ke hutan pada saat petugas akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut," tulis keterangan Dispenad.

Hasil pemeriksaan diketahui bahwa 2 orang yang berhasil diamankan berinisial GABL (27) warga Ambon dan AI (23) warga negara Papua Nugini dan OM (23) warga asli Papua selaku pembuka jalan. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.