HANKAM

Aksi Prabowo Berperan sebagai GFAC dalam Misi Close Air Support Kopasgat

Prabowo
Menhan RI Prabowo Subianto saat menjadi Ground Forward Air Control dalam misi Close Air Support Kopasgat TNI AU di Lanud Sulaiman, Bandung. (Foto: Tim Media Prabowo Subianto)

Bandung, IDM - Sebuah momen menarik terjadi jelang upacara tradisi pembaretan dan pengangkatan Menhan Prabowo sebagai warga kehormatan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang digelar di Lanud Sulaiman, Bandung, Selasa (14/3).

Dengan seragam loreng khas Korps Baret Jingga, Prabowo mengemban tugas sebagai Ground Forward Air Control (GFAC) yang membantu mengendalikan dua pesawat EMB 314 Super Tucano. Saat itu, pesawat Super Tucano asal Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh diskenariokan tengah mengemban misi Close Air Support (CAS).

Baca Juga: Jadi Warga Kehormatan Kopasgat TNI AU, Prabowo: Saya Akan Jaga Kehormatan Korps Baret Jingga

“Jadi, selain diangkat sebagai warga kehormatan (Kopasgat), Pak Menhan juga mendapatkan sejumlah brevet kehormatan. Pada kesempatan ini, beliau diberi pengalaman bagaimana mengendalikan pesawat tempur dan mengarahkan (pesawat) ke sasaran serta memberikan clearance,” jelas Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah kepada Redaksi IDM saat ditemui di Lanud Sulaiman, Bandung.

Prabowo
(Foto: Tim Media Prabowo Subianto)

“ Close Air Support itu adalah salah satu misi yang diemban oleh TNI AU dengan menggunakan pesawat tempur, yang tipenya bisa disesuaikan, tadi diperankan oleh pesawat Super Tucano,” tambah Indan.

CAS merupakan bantuan tembakan udara dari pesawat-pesawat tempur TNI AU dengan tujuan untuk menghancurkan kekuatan darat musuh. Selain itu, CAS juga berperan sebagai dukungan bagi pasukan darat kawan dalam sebuah operasi.

Baca Juga: Prabowo Bertekad untuk Bangun Komando Teritorial

Dikutip dari laman TNI AU, Rabu (15/3), dalam pelaksanaan CAS, pesawat tempur TNI AU akan dibantu oleh tim JTAC (Joint Terminal Attack Controll), di mana salah satunya bertugas sebagai Ground Forward Air Control. Dengan kehadiran tim JTAC maka bantuan tembakan udara dapat tepat sasaran dan tidak terjadi friendly fire atau collateral damage.

Kadispenau kemudian mengungkapkan jika para personel Kopasgat memang harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam misi Close Air Support. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.