Aksi Kopaska Turun Tali hingga Terjun Bebas dari Helikopter Bell 412

Jakarta, IDM – Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) unjuk kemampuan dalam latihan peperangan laut khusus di Surabaya, Rabu (17/9). Aksi spektakuler terlihat saat pasukan elite melakukan manuver dari helikopter Bell 412 EP HU-4207 milik Wing Udara 3 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Biak.
Helikopter yang diawaki kapten pilot Lettu Laut (P) Marthin dan kopilot Lettu Laut (P) Bagus Nur ini mendukung penuh skenario latihan prajurit Kopaska.
Baca Juga: Bela Negara di Ruang Digital
Sejumlah metode mobilisasi pasukan dilatihkan, mulai dari teknik turun tali (fast rope), evakuasi udara dengan tali (STABO) hingga terjun bebas (free fall). Semua itu merupakan bagian penting dari fungsi pendaratan pasukan lintas helikopter, salah satu dari enam fungsi utama yang diemban Puspenerbal.
Komandan Wing Udara 3 Puspenerbal Biak, Kolonel Laut (P) Ahmad Novam, menekankan pentingnya disiplin dan keselamatan dalam setiap tahap latihan.
“Latihan harus dilaksanakan dengan mematuhi standar operasional prosedur yang ada dan mengutamakan keamanan, sehingga sasaran dapat tercapai baik bagi pelaku maupun pengawak helikopter,” ujar Ahmad, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Kamis (18/9).
Latihan yang berlangsung selama 15-17 September ini mencakup tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Mulai dari pengarahan prosedur keselamatan, drill kering, hingga manuver lapangan yang menguji ketangkasan personel udara dan pasukan khusus dalam operasi gabungan.
Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda dan Fregat Jerman Simulasi Darurat di Laut Mediterania
Menurut Ahmad, latihan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis tetapi juga mempererat sinergi antar-satuan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan tempur Puspenerbal dan Kopaska dalam menghadapi berbagai tuntutan operasi khusus di medan yang kompleks dan dinamis,” tegasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































