HANKAM

Aksi Dogfight Pesawat Tempur F-16 TNI AU dan US PACAF dalam Cope West 2023

F-16
Aksi dogfight pesawat tempur F-16 TNI AU dan US PACAF dalam Latma Cope West 2023. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Penerbang tempur (fighter) TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan United States Pacific Air Forces (US PACAF) mengasah kemampuan tempur dengan melaksanakan latihan basic fight maneuver (BFM) berupa pertempuran udara jarak dekat (dogfight) di wilayah barat training area Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (14/6).

Dalam latihan kali ini, para penerbang TNI AU dan US PACAF disimulasikan secara bergantian memainkan peran sebagai pesawat penyerang yang akan menghancurkan musuh, maupun pesawat bertahan yang berupaya untuk menghindar dari serangan musuh.

"Peralihan dari ofensif ke defensif benar-benar membutuhkan timing yang tepat guna mendapatkan hasil terbaik. Teknik-teknik ini lah yang harus terus diasah oleh para penerbang TNI AU dalam pertempuran jarak dekat,” ujar Direktur latihan Cope West 2023, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkut.

Baca Juga: Pangkogab TNI Perintahkan Penguasaan Teritorial Indonesia dalam Armada Jaya 2023

Ia melanjutkan, pertempuan jarak dekat menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki fighter kedua negara dan Asri mengakui jika para penerbang TNI AU dan US PACAF telah menguasai latihan BFM ini.

F-16
Pesawat tempur F-16 US PACAF yang dikerahkan dalam Latma Cope West 2023. (Foto: Dok. Dispenau)

"Kemampuan penerbang TNI AU dalam pelaksanaan exercise dogfight ini tidak kalah dari para penerbang USAF/US PACAF,” ungkapnya.

Dilansir dari keterangan Dispenau, kemenangan dalam pertempuran dogfight dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya kemampuan pesawat, kemampuan individual dan kondisi fisik fighter.

Baca Juga: Kerahkan Helikopter Super Puma, TNI AU Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara di Lanud Ats

Namun, yang menjadi pembeda dalam latihan bersama kali ini adalah kemampuan penerbangnya, lantaran angkatan udara kedua negara diketahui sama-sama mengerahkan pesawat tempur F-16 dengan spesifikasi yang kurang lebih sama.

"Tingkat kesulitan latihan ini terletak pada kesiapan fisik penerbang itu sendiri dan kemahiran penerbang dalam mengambil kesempatan atau memanfaatkan energi untuk menembak musuh," ujar Kolonel Pnb Asri yang sehari-hari menjabat sebagai Danwing 6 Lanud Roesmin Nurjadin.

Pada kesempatan yang sama, latihan bersama (Latma) Cope West menjadi momen yang tepat untuk berbagi ilmu dan pengalaman antarsesama penerbang F-16. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.