HANKAM

Akhiri Penantian 3 Tahun, KSAL Pastikan KRI Canopus Terjun di Ekspedisi Jala Citra

KRI Canopus-936
KRI Canopus-936 masuk dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/5) usai berlayar dari Mauritius. (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – TNI AL siap menghidupkan kembali tradisi riset kelautan nasional yang sempat terhenti selama tiga tahun terakhir. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memastikan armada terbaru, KRI Canopus-936, bakal langsung memimpin misi prestisius Ekspedisi Jala Citra 4 mulai tahun ini.

Penugasan ini sekaligus menjadi jawaban atas penundaan panjang sejak ekspedisi sebelumnya tuntas di perairan Flores pada 2023 lalu. Ali menegaskan, kapal canggih buatan Jerman tersebut akan menyisir seluruh perairan Indonesia untuk memperbarui basis data pemetaan laut nasional.

"Melaksanakan Jala Citra? Iya. Pasti akan melaksanakan survei di seluruh perairan Indonesia. Tahun ini juga akan dilaksanakan," ujar Ali di Jakarta, Senin (11/5).

Baca Juga: TNI: OPM Pengaruhi Perilaku Anarkis di Papua dengan Miras dan Narkotika

Ali mengungkapkan, kehadiran KRI Canopus-936 menjadi solusi atas keterbatasan jumlah armada Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) yang selama ini fokus pada jalur krusial. Pasalnya, sejak tahun lalu, otoritas pemetaan laut tersebut harus membagi konsentrasi untuk memprioritaskan survei di tiga wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Kesibukan menjaga keselamatan navigasi di ALKI I, II, dan III, yang merupakan jalur lintas kapal internasional tanggung jawab Indonesia, sempat membuat rencana riset lanjutan Jala Citra 4 tergeser. Penundaan tersebut dilakukan sembari menunggu rampungnya pembangunan kapal survei baru yang kini resmi memperkuat jajaran TNI AL.

"Selama ini kita hanya punya dua yang baru, ada satu yang lama. Sekarang dengan adanya kedatangan kapal baru ini, perairan yang tadinya belum tersentuh akan segera dipetakan oleh Pushidrosal," tutur Ali.

Baca Juga: Nilainya Rp2,5 T! KSAL Bocorkan SRV Inggris Penyelamat Kapal Selam Tiba 2027

KRI Canopus-936 diproyeksikan mampu mengulang kesuksesan ekspedisi sebelumnya yang berhasil menemukan 29 gunung bawah laut baru di Flores. Dengan dukungan perangkat canggih, kapal ini diharapkan mampu mengungkap lebih banyak kekayaan laut dan potensi bahaya navigasi yang masih tersembunyi di kedalaman ekstrem.

Kekuatan utama kapal ini terletak pada berbagai sensor mutakhir seperti robot bawah laut berkabel (Remotely Operated Vehicle/ROV) serta kendaraan otomatis tanpa kabel (Autonomous Underwater Vehicle/AUV). Berbagai alat ini memungkinkan Pushidrosal melakukan pemindaian dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter dengan presisi tinggi.

Meski mengadopsi teknologi canggih asal Eropa, KRI Canopus-936 tetap membawa semangat kemandirian industri pertahanan lokal. Kapal induk (mothership) penyelamat sepanjang 105 meter ini dibangun melalui kerja sama dengan galangan kapal PT Palindo Marine di Batam, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang melampaui angka 60 persen. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.