Adaptasi Karakteristik Perairan Ambon, Koarmada III Gelar Latihan Pencarian dan Penyelamatan

Jakarta, IDM – Komando Armada (Koarmada) III menggelar Apel Gelar Latihan Pencarian dan Penyelamatan (SAR) di Laut Tahun Anggaran 2025 yang dipusatkan di Dermaga Irian, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon, pada Senin (4/8).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangkoarmada III, Laksamana Muda TNI Hersan.
Latihan dimulai pukul 08.30 hingga 09.15 WIT dalam kondisi cuaca hujan namun tetap berjalan aman dan lancar.
Hersan menyebut Apel gelar pasukan menampilkan kekuatan gabungan yang terdiri dari satu kompie Prajurit Lantamal IX, Dirpolairud Polda Maluku, personel Basarnas, Bakamla, KSOP, serta tim korban Lantamal IX.
Baca Juga: Komando Operasi Khusus AS Beri Medali Kehormatan untuk Presiden Prabowo
“Didukung pula oleh berbagai unsur alat utama sistem senjata (alutsista) dan perlengkapan SAR, seperti Sea Rider, perahu karet, mobil ambulans, peralatan selam, hingga perangkat pencarian modern Aquaeye,” terang Hersan yang dikutip dari Dispen Koarmada III, Senin (4/8).
Pangkoarmada III menuturkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki tantangan besar di bidang keselamatan pelayaran dan navigasi laut.
Khususnya di wilayah perairan Ambon yang strategis namun kompleks secara geografis.
“Karakteristik perairan Ambon dengan kedalaman yang bervariasi, cuaca dinamis, dan lalu lintas laut yang padat menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi SAR,” tegasnya.
“Oleh karena itu, latihan ini menjadi tolok ukur kesiapan prajurit TNI AL dan instansi terkait dalam merespons situasi darurat secara cepat dan tepat,” ungkap Hersan.
Baca Juga: Latma DAGR 2025, Kopasgat Asah Interoperabilitas dan Kemampuan Taktis bersama US AFSOC
Lebih lanjut, ia menekankan kemampuan pencarian dan penyelamatan merupakan kompetensi utama yang wajib dimiliki prajurit TNI AL.
Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 yang memperkuat peran TNI dalam operasi non-perang, termasuk bantuan kemanusiaan dan penyelamatan jiwa di laut. Berikut penekanan penting dalam amanat tersebut, yakni:
- Awali setiap kegiatan dengan doa dan mindset keselamatan
- Laksanakan latihan dengan semangat seolah menghadapi operasi nyata
- Jaga keselamatan personel dan peralatan
- Patuhi seluruh protokol keselamatan dan SOP SAR internasional
- Tingkatkan koordinasi lintas instansi secara optimal
- Pelajari karakteristik oseanografi dan geografi perairan Ambon
- Dokumentasikan seluruh pelajaran penting dari latihan (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































