AAL dan Kadet 21 Negara Latihan Peran Layar di Samudra Hindia

Jakarta, IDM – Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dan para peserta Asean Plus Cadet Sail 2025 berlatih peran layar di atas KRI Bima Suci saat melintasi Samudra Hindia, Jumat (8/8).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan latihan peran layar ini bertujuan mempraktikkan ilmu yang didapat para taruna selama masa pendidikan di AAL.
Baca Juga: Marinir Tampilkan Perahu Terbang, Inovasi Operasi Amfibi Jadi Sorotan Upacara Kehormatan Militer
"Pelatihan ini juga sebagai sarana untuk memperkenalkan peeran layar kepada para kadet dari berbagai negara," kata Tunggul, dikutip dari laman TNI AL, Sabtu (9/8).
Sebelumnya, seluruh peserta menerima pengarahan mendalam dari perwira layar KRI Bima Suci, termasuk simulasi dan pengetahuan teori tentang peran layar. Dalam praktik lapangan, para kadet dikenalkan dengan 26 layar dan tiga tiang utama yang ada di KRI Bima.
"Secara bergantian, mereka melaksanakan peran layar sesuai instruksi yang diberikan oleh pelatih, menunjukkan kedisiplinan dan kerja sama tim yang solid," lanjut Tunggul.
Kapal layar latih ini membawa 97 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL); dua taruna AAU; dua taruna Akademi Militer (Akmil); hingga 38 kadet dari 21 negara angkatan laut yang menjadi peserta pelayaran Asean Plus Cadet Sail 2025.
Baca Juga: Validasi Organisasi TNI: Daftar Pangdam di Enam Kodam Baru, Dangrup Kopassus Dijabat Bintang Satu
Para taruna AAL dijadwalkan berlayar dengan KRI Bima Suci selama 60 hari, mulai 1 Agustus-30 September dengan jarak tempuh sejauh 6.895 mil laut. Rute pelayaran dimulai dari Surabaya–Jakarta–Padang–Malaysia–Thailand–Brunei Darussalam–Tarakan–Makassar dan akan kembali lagi ke Surabaya.
Sedangkan untuk para kadet asing peserta Asean Plus Cadet Sail 2025, ikut berlayar dengan KRI Bima Suci hanya sampai Kota Penang, Malaysia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































