HANKAM

AACC ke-22, KSAU Soroti Pentingnya Kerja Sama Kawasan yang Inklusif dan Berkelanjutan

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono membuka ASEAN Air Chiefs Conference (AACC) ke-22 di Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin di kawasan harus bersifat inklusif dan berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan KSAU saat membuka ASEAN Air Chiefs Conference (AACC) ke-22 di Jakarta, Senin (8/9) dengan tema “ASEAN Inclusivity and Sustainability of Non-Combatant Evacuation Operations”.

“Kerja sama kita juga harus inklusif, memastikan bahwa setiap negara memiliki peran, dan berkelanjutan agar struktur yang kita bangun hari ini tetap kokoh menghadapi tantangan di masa depan,” ungkap Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (9/9).

Baca Juga: TNI AL Ingin Akuisisi Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi

Pada kesempatan yang sama, KSAU turut menegaskan bahwa Non-Combatant Evacuation Operations (NEO) bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan tentang kemanusiaan. Menurutnya, peran angkatan udara dalam memastikan keselamatan warga di saat krisis selaras dengan prinsip One ASEAN, One Response.

Chief of Air Force Republic of Singapore Air Force (RSAF) Brigadier-General Kelvin Fan
Chief of Air Force Republic of Singapore Air Force (RSAF) Brigadier-General Kelvin Fan mengahdiri ASEAN Air Chiefs Conference (AACC) ke-22 di Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

AACC merupakan forum tahunan yang mempertemukan para Kepala Staf Angkatan Udara negara-negara anggota ASEAN. Tahun ini, konferensi dihadiri oleh sepuluh negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Laos, dan Vietnam.

Forum ini disebut Marsekal Tonny dapat menjadi sarana untuk memperdalam rasa saling pengertian, memperkuat ikatan profesional, serta mengeksplorasi langkah-langkah baru untuk meningkatkan kerja sama. AACC juga menegaskan komitmen bersama terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.

Baca Juga: 13 Jabatan Strategis di TNI AD Berganti, Ini Daftar Lengkapnya

Konferensi diakhiri dengan dengan penyerahan jabatan Ketua AACC dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) kepada Philippine Air Force. Tonny meyakini, forum ini akan terus berkembang dengan gagasan baru dan kolaborasi yang lebih kuat.

“Bagi kami, kepemimpinan ini menjadi kesempatan untuk menampilkan semangat kerja sama yang menjadi inti ASEAN,” tegas Marsekal Tonny. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.