TNI AL Ingin Akuisisi Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Laut mengemukakan ingin mengakuisisi kapal induk atau aircraft carrier milik Italia, Giuseppe Garibaldi.
Keinginan itu disampaikan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali saat menyambut kedatangan KRI Brawijaya di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/9).
“Nanti bisa ditanyakan ke pihak Italia, tapi kita berusaha untuk mengakuisisi kapal induk yang dulu dimiliki oleh Angkatan Laut Italia yaitu (Giuseppe) Garibaldi, dan nanti harapannya bisa memperkuat jajaran (armada) kita,” kata Ali.
Baca Juga: Yonif 318 Kostrad Sambut Komandan Batalyon Infanteri yang Baru
Ali menyebutkan, kapal induk bagi armada TNI AL akan lebih banyak dibutuhkan untuk operasi militer selain perang (OMSP). “Tapi bisa juga digunakan untuk operasi militer untuk perang (OMP),” ucap KSAL.
Adapun C 551 ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk yang memiliki kemampuan anti-kapal selam atau anti-submarine warfare.
Giuseppe Garibaldi diproduksi Fincantieri, galangan asal Italia yang membangun dua fregat terbaru TNI AL, KRI Brawijaya-320 dan KRI Siliwangi-321.
Baca Juga: Cope West 2025, TNI AU-USAF Uji Kemampuan Tempur hingga Perkuat Koordinasi Taktis
Giuseppe Garibaldi yang memiliki panjang 180,2 meter dan lebar 33,4 meter, diluncurkan pada Juni 1983 dan resmi dipensiunkan AL Italia pada Oktober 2024.
Kapal induk tersebut memiliki dek penerbangan dengan panjang 174 meter dan bisa menampung sekitar 18 jet tempur atau pesawat pengebom.
Di sisi lain, galangan kapal dalam negeri. PT PAL Indonesia menyatakan siap membangun kapal induk jenis landing helicopter dock (LHD) pada 2027. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































