A400M TNI AU Jalani Misi Kemanusiaan Perdana, Angkut 15 Ton Bantuan Logistik ke Aceh

Jakarta, IDM – Pesawat angkut terbaru TNI Angkatan Udara (TNI AU), A400M, berhasil melaksanakan misi kemanusiaan pertamanya dengan mengirim bantuan untuk warga terdampak bencana di Aceh.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengungkap bahwa pengerahan A400M merupakan langkah cepat TNI AU dalam mendukung kebutuhan masyarakat di daerah terdampak bencana.
“TNI AU mengerahkan A400M karena kemampuan angkutnya yang besar sehingga bantuan dapat segera tiba di Aceh,” ujar Kadispenau.
Baca Juga: Konflik Indo-Pasifik di Fase Sangat Menentukan, Puskersin TNI Susun Arah Diplomasi Pertahanan
Pesawat dengan nomor registrasi A-4001 tersebut lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Jumat (28/11), dengan membawa total 15.685 kilogram bantuan logistik.
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya yang dikutip Sabtu (29/11) merinci, belasan ribu kilogram bantuan itu terdiri dari 10 koli perahu karet (LCR), 30 koli tenda, 250 koli mie instan, serta 7.195 kilogram ransum.

Pengiriman bantuan ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Udara untuk mempercepat pemulihan wilayah serta memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secara optimal.
Baca Juga: Korem 011/Lilawangsa Dirikan Dapur Lapangan untuk Korban Banjir Aceh Utara-Lhokseumawe
Selain A400M, TNI Angkatan Udara diketahui mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) lainnya seperti dua pesawat C-130J Super Hercules dan satu unit C-130 Hercules asal Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma untuk mengirim bantuan ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
“Bantuan tersebut diterbangkan menuju Padang, Sumatera Barat, Bandara Silangit di Tapanuli serta sejumlah bandara di Aceh yang menjadi akses terdekat ke lokasi terdampak,” jelas Dispenau.
Selanjutnya, TNI AU juga melibatkan unsur helikopter Caracal H-225M untuk menjangkau wilayah terdampak bencana yang sulit dijangkau dengan menggunakan pesawat angkut, salah satunya di Sibolga, Sumatera Utara. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































