HANKAM

937 Prajurit Bintara dan Tamtama Lulus Pendidikan Infanteri TNI AD

Rindam V/Brawijaya
Upacara pembaretan 937 prajurit Bintara dan Tamtama di Lapangan Upacara Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya. (Foto: Dok. Penkodam V/Brawijaya)

Jakarta, IDM – Sebanyak 937 prajurit terdiri dari 85 Bintara dan 852 Tamtama resmi menyandang predikat Prajurit Infanteri TNI AD.

Mereka dikukuhkan melalui kegiatan Tradisi Pembaretan Dikjurbaif Abit Dikmabaif TNI AD TA 2025 dan Dikjurtaif Abit Dikmataif TNI AD Gelombang II TA 2025 di Lapangan Upacara Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Terima Kunjungan Pangab India, Panglima TNI Soroti Sistem Navigasi Berbasis Satelit Militer

Komandan Rindam V/Brawijaya, Brigjen TNI Hari Rahardjanto pada kesempatan tersebut mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai lahirnya prajurit-prajurit tangguh dan berjiwa juang tinggi di bawah panji Korps Infanteri TNI AD.

Membacakan amanat Danpussenif TNI AD, ia mengatakan tradisi pembaretan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang prajurit Infanteri. Tradisi ini juga mengesahkan penggunaan Baret dan Brevet “Yuddhawastu Pramukha.”

Rindam V/Brawijaya
(Foto: Dok. Penkodam V/Brawijaya)

"Pasukan Infanteri yang dikenal sebagai “Queen of the Battle” memiliki keberanian, ketangguhan, dan peran strategis dalam setiap pertempuran. Program Yuddhawastu Pramukha dirancang membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai situasi di lapangan," kata Hari.

Baca Juga: TNI AL Gandeng SKK Migas, Jaga Laut Demi Energi Nasional

Lebih lanjut kata Hari prajurit Infanteri dituntut untuk mampu bergerak di segala medan, memiliki kemampuan menembak terbaik, serta menjunjung tinggi disiplin dan kerendahan hati. Sikap profesional dan tidak arogan merupakan bentuk penghormatan kepada rakyat yang menjadi sumber kekuatan TNI AD.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh peserta resmi menyandang predikat Prajurit Infanteri TNI AD yang siap melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara dengan semangat pantang menyerah. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.