9 Bulan Mengungsi dari Teror OPM, Warga yang Dibantu TNI Kini Kembali ke Rumah

Jakarta, IDM – Setelah 9 bulan lamanya mengungsi dari teror Organisasi Papua Merdeka (OPM), akhirnya warga Kampung Mimin, Pegunungan Bintang dipulangkan TNI dari Satgas Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS).
Dilansir dari keterangan Penyonif 751, Jumat (24/10) rombongan warga dipastikan pulang dengan pengamanan rute, pemeriksaan titik rawan, serta koordinasi dengan pemerintah distrik dan aparat setempat hingga warga tiba di kampung halaman.
Baca Juga: Laut Indonesia Terlalu Luas, KSAL Sebut TNI AL Idealnya Punya 300 Kapal Perang
Terlihat, suasana haru langsung menyelimuti warga yang tiba di Kampung Mimin. Wajah-wajah ceria warga mulai dari anak-anak hingga lansia tak mampu menyembunyikan rasa lega karena dapat kembali ke rumah, kebun, dan aktivitas sehari-hari. Satgas turut membantu proses penataan awal, distribusi kebutuhan dasar, serta pemeriksaan kesehatan ringan bagi warga rentan.

Perwakilan Satgas menegaskan bahwa pengamanan kepulangan dilaksanakan terukur dan humanis, dengan prioritas keselamatan warga. “Tugas kami memastikan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan percaya diri,” ucapnya.
Baca Juga: KSAL: TNI AL Fokus Jadi Green Water Navy sebelum Menuju Blue Water Navy
Kepulangan ini diharapkan menjadi awal pemulihan sosial-ekonomi di Kampung Mimin. Satgas Yonif 751/VJS bersama unsur pemerintah daerah akan terus memantau situasi, memperkuat jaring komunikasi, dan mendampingi warga agar keamanan, ketertiban, serta kehidupan kampung pulih dan semakin kondusif. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































