898 Taruna Selesaikan Pendidikan Pertama Akademi TNI, Empat dari Timor Leste

Jakarta, IDM – Sebanyak 898 taruna telah menyelesaikan pendidikan pertama Akademi TNI dengan digelarnya upacara penutupan yang dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Lapangan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/7).
Dari 898 taruna tersebut, rinciannya adalah 507 lulusan Akademi Militer (Akmil), 227 Akademi Angkatan Laut (AAL), dan 153 Akademi Angkatan Udara (AAU).
Baca Juga: Kapal Penumpang Karam di Selayar, TNI AL Kerahkan KRI Marlin Buru 16 Korban Hilang!
Upacara juga diikuti tujuh perwira remaja lulusan akademi militer luar negeri serta empat taruna asal Timor Leste yang menyelesaikan pendidikan di Akademi TNI.

“Pendidikan pertama Akademi TNI tahun 2026 saya nyatakan dengan resmi ditutup,” ucap Panglima TNI dalam amanatnya.
Upacara juga ditandai dengan sumpah prajurit serta penyerahan tanda penghargaan Adhi Makayasa dan ijazah kepada para lulusan terbaik.
Baca Juga: KSAD Prihatin Banyak Prajurit Langgar Peraturan dan Viral di Medsos
“Upacara ini menjadi tonggak penting dalam menyiapkan perwira-perwira muda yang tangguh, profesional, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki semangat integrasi antarmatra guna mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara serta menjaga kedaulatan NKRI di tengah dinamika geopolitik global,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Adapun pendidikan pertama Akademi TNI adalah tahapan awal pembentukan perwira TNI yang bersifat integratif selama tiga tahun. Setelahnya, mereka melanjutkan pendidikan spesialisasi di matra masing-masing.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































