8 Prajurit Marinir Korban Longsor Ditemukan, 15 Masih Dicari

Jakarta, IDM – Tim gabungan TNI AL dan SAR terus bekerja keras mengevakuasi korban longsor di medan latihan Cisarua, Bandung Barat. Hingga kini, tim pencari berhasil menemukan tubuh 8 prajurit Korps Marinir, sementara 15 personel lainnya masih dalam proses pencarian intensif.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi memimpin upacara militer pelepasan dua jenazah terbaru yang berhasil dievakuasi. Kedua prajurit tersebut adalah Kopda (Mar) Anumerta Randa Pratama dan Praka (Mar) Anumerta Hamid Dwi Ismail.
Suasana haru menyelimuti Lanudal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, saat Endi bersama Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen (Mar) Suherlan dan Komandan Pasmar 1 Mayjen (Mar) Ili Dasili memberikan penghormatan terakhir, Minggu (1/2).
Baca Juga: Rencana 4000 ASN Dijadikan Komcad, Pengamat Dorong Ada Pemetaan yang Jelas
Pesawat TNI AL jenis NC 212-200 Casa Aviocar U-6206 langsung menerbangkan kedua jenazah pahlawan tersebut menuju Lampung. Pihak keluarga berencana memakamkan Kopda Randa di kampung halamannya di Lampung Selatan, sedangkan Praka Hamid akan beristirahat tenang di Kota Bandar Lampung melalui upacara militer.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana, menjelaskan pihaknya mengerahkan seluruh daya upaya untuk menemukan sisa korban yang masih tertimbun.
"Sebagai wujud tanggung jawab Korps, kami terus melanjutkan pencarian terhadap rekan-rekan prajurit. Hingga saat ini, 8 prajurit telah kami temukan, sementara kami masih mencari 15 prajurit lainnya secara maksimal bersama tim SAR dan instansi terkait," ujar Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (2/2).
Baca Juga: Tingkatkan Literasi di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Hadirkan Alap Alap Smart Car
KSAL Jamin Pendidikan Anak Korban
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memastikan negara hadir untuk keluarga para prajurit yang gugur. Ali menjamin TNI AL akan menanggung biaya pendidikan anak-anak korban hingga lulus sarjana.
Tak hanya itu, TNI AL membuka jalan lebar bagi putra-putri korban yang ingin meneruskan perjuangan ayahnya sebagai tentara."(Kami akan) memberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," tegas Laksamana Ali.
Baca Juga: Prajurit Marinir Jajal Senjata Mortir Digital
Kerahkan Drone Thermal
Musibah longsor ini terjadi saat para prajurit tengah menjalani latihan pratugas satuan tugas pengamanan perbatasan (satgas pamtas) RI-PNG di tengah cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi. Medan yang berat membuat tim gabungan harus menggunakan strategi khusus.
Sebanyak 200 personel Marinir kini menyisir lokasi dengan bantuan teknologi mutakhir. Tim SAR memanfaatkan drone, sensor thermal, hingga anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi keberadaan 15 korban yang masih hilang di balik material longsor. Alat berat pun terus beroperasi membuka akses jalan untuk mempercepat proses evakuasi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































