798 Calon Bintara TNI AU Rampungkan Latihan Berganda

Jakarta, IDM – Sebanyak 798 Prajurit Siswa (Prasis) Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier (Semaba PK) Pria TNI Angkatan Udara Angkatan ke-58 Tahun Anggaran 2026 berhasil menuntaskan Latihan Berganda (Latganda).
Penerangan Wingdik 400/Matukjur menjelaskan bahwa Latganda merupakan ujian akhir dari seluruh rangkaian pendidikan militer dasar. Lebih dari sekadar menguji ketahanan fisik dan mental, Latganda menjadi sarana pembentukan karakter prajurit TNI AU yang tangguh, loyal, profesional, dan siap menghadapi tantangan tugas di masa depan.
Baca Juga: Panglima TNI Bicara Modernisasi Alutsista hingga Dinamika Tantangan Global
Sejumlah materi latihan yang diberikan kepada para siswa di antaranya Ilmu Medan, Peta, dan Kompas; Infiltration Course (IC) dan peluncuran; turun tebing; Taktik Kesatuan Kecil (TKK); dan survival.
Rampungnya latihan tersebut ditandai dengan upacara penutupan di Lapangan Upacara Ksatria Skadik 402 Wingdik 400/Matukjur, Sabtu (18/10). Upacara dipimpin oleh Komandan Skadron Pendidikan (Danskadik) 402 Letkol Pas Dwi Rizal Argian, mewakili Komandan Wingdik 400/Matukjur Kolonel Pas Heru Widodo.

Baca Juga: Wapang Maruli Tegaskan Fokus Kelola Pos Lintas Batas hingga Pengembangan Ekonomi
Komandan Wingdik berpesan agar para prasis menjadikan pengalaman selama latihan sebagai bekal berharga dalam perjalanan pengabdian sebagai prajurit TNI AU.
"Terus belajar, tingkatkan kemampuan, serta bangun integritas dan jiwa pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara," ungkap Kolonel Pas Heru.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































