HANKAM

75 Perwira Siswa Rampungkan Pendidikan Sekkau Angkatan ke-116

Upacara penutupan pendidikan Sekkau
Upacara penutupan pendidikan Sekkau Angkatan ke-116 yang dipimpin oleh Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Sebanyak 75 perwira siswa (Pasis) berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) angkatan ke-116 TA 2025 yang berlangsung selama empat bulan.

Puluhan Pasis itu terdiri dari 64 Pasis TNI Angkatan Udara (TNI AU), empat Pasis TNI Angkatan Darat (TNI AD), empat Pasis TNI Angkatan Laut (TNI AU), dan tiga Pasis mancanegara yang mewakili Thailand, Filipina, serta Malaysia.

Baca Juga: Tranformasi Digital, Skomlekau Gelar Forum Strategis Bahas Kecerdasan Buatan hingga Big Data

Sebagai tanda berakhirnya pendidikan, digelar upacara penutupan Sekkau angkatan ke-66 yang dipimpin langsung oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Dankodiklatau), Marsdya TNI Arif Mustofa di Gedung Pramanasala, Sekkau, Jakarta, Jumat (22/8).

Dalam amanatnya, Dankodiklatau menyebut bahwa Sekkau merupakan pendidikan pengembangan umum tahap awal bagi para perwira TNI. Pendidikan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan manajerial staf, kepemimpinan, serta menumbuhkan jiwa juang yang mantap.

Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa
Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa memimpin penutupan pendidikan Sekkau Angkatan ke-116. (Dok. tni-au.mil.id)

"Apa yang telah dipelajari dari pendidikan Sekkau ini, silahkan untuk terus dikembangkan agar nantinya dapat mendukung pelaksanaan tugas selanjutnya,” kata Marsdya TNI Arif Mustofa.

Ia juga memberi apresiasi kepada seluruh Pasis yang berhasil menyelesaikan pendidikan ini. Kepada para lulusan terbaik, Dankodiklatau berharap predikat tersebut dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja serta pengabdian di satuan masing-masing.

Baca Juga: KSAU Tekankan Peran Strategis AAU dalam Mencetak Perwira Muda TNI AU

Dikutip dari laman resmi TNI AU, tni-au.mil.id, Minggu (24/8), lulusan terbaik angkatan ini adalah Kapten Pnb Fajar Sidiq Ramadhan, sedangkan predikat Siswa Tamu Terbaik diraih oleh Kapten Arh Surya Made Sam.

Sementara itu, Kapten Pnb Ahmad Finandika N.R menyandang predikat sebagai Penulis Taskap Sastra Vira Terbaik melalui karyanya yang berjudul “Optimalisasi Kemampuan Formasi Taktik Instruktur Penerbang Wing Pendidikan 100/Terbang Guna Meningkatkan Pelaksanaan Pendidikan Sekolah Penerbang Latih Lanjut Fixed Wing”. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.