HANKAM

506 Siswa Semata PK A-92 Digembleng jadi Calon Tamtama TNI AU di Skadik 403

Marsma TNI Sapuan
Komandan Pusdik Marsma TNI Sapuan memimpin upacara pembukaan Pendidikan Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier (Semata PK) TNI Angkatan Udara (TNI AU) Angkatan ke-92. (Foto: Dok. Instagram @lanudadisoemarmo)

Jakarta, IDM – Sebanyak 560 siswa mengikuti pendidikan Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier (Semata PK) Angkatan ke-92 di Skadik 403 sebagai langkah awal untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Pembukaan pendidikan ditandai dengan upacara yang dipimpin Komandan Pusat Pendidikan (Pusdik) Marsma TNI Sapuan di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Solo, Sabtu (2/5).

Baca Juga: Menhan Jepang ke Indonesia Temui Menhan Sjafrie

Dalam amanatnya, Komandan Pusdik menegaskan bahwa pendidikan yang dijalani oleh para siswa menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, disiplin, serta jati diri mereka sebagai calon prajurit TNI Angkatan Udara.

“Proses pendidikan tidak hanya berfokus pada pemberian ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga bertujuan membangun mental yang tangguh, sikap disiplin, loyalitas, serta semangat kebersamaan,” tegas Marsma TNI Sapuan, dikutip dari unggahan Instagram @lanudadisoemarmo, Minggu (3/5).

Siswa Semata PK
Siswa Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier (Semata PK) Angkatan ke-92 yang akan menempuh pendidikan di Skadik 403. (Foto: Dok. Instagram @lanudadisoemarmo)

Ia kemudian berpesan agar seluruh peserta didik dapat menghindari segala bentuk pelanggaran selama mengikuti pendidikan. “Setiap pelanggaran akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, para siswa diminta untuk senantiasa memegang teguh disiplin, tata tertib, serta nilai-nilai yang diajarkan,” imbuh Sapuan.

Komandan Pusdik juga memberikan dorongan moril kepada para siswa agar tetap tangguh menghadapi setiap tantangan selama pendidikan. Ia menegaskan, kelelahan, keraguan, hingga rasa menyerah merupakan bagian dari proses pembentukan yang harus dihadapi.

Baca Juga: Hari Pendidikan Nasional, TNI Ajarkan Calistung bagi Anak-anak di Puncak Jaya

Dalam situasi tersebut, dukungan serta harapan orang tua dan keluarga diharapkan dapat menjadi penguat untuk terus melangkah hingga mencapai tujuan.

“Jangan pernah menyia-nyiakan pengorbanan mereka. Jadikan setiap lelah sebagai kehormatan, setiap keringat sebagai bentuk pengabdian, dan setiap langkah sebagai bukti kesungguhan dalam meraih masa depan yang lebih baik,” pesan Komandan Pusdik. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.