HANKAM

499 Personel Dilantik jadi Komcad Matra Darat

Komcad Matra Darat
Upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun Anggaran 2025, bertempat di Lapangan Dodiklatpur Rindam II/Sriwijaya, Sumatera Selatan. (Foto: Penkodam II/Sriwijaya)

Jakarta, IDM - Sebanyak 499 personel dilantik jadi Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat. Upacara pelantikan dipimpin Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema dan berlangsung di Lapangan Dodiklatpur Rindam II/Sriwijaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.

Dilansir dari keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Sabtu (8/11), dalam amanat tertulis Menteri Pertahanan Jenderal (purn) TNI Syafrie Samsoedien yang dibacakan Gabriel bahwa 499 personel Komcad Matra Darat secara resmi ditetapkan sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara. Mereka merupakan putra-putri terbaik bangsa yang telah menjalani proses pelatihan dan pembinaan untuk memperkuat sistem pertahanan semesta Indonesia.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Airdrop dan Evakuasi Medis Hadapi Bencana, TNI AU dan RAAF Gelar Latihan Bersama

“Kehadiran saudara-saudara sekalian adalah bukti nyata semangat kebangsaan dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan maju,” kata Gabriel.

Lebih lanjut ia menekankan agar seluruh personel Komcad senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalisme sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan serta semangat bela negara agar setiap anggota mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.

Baca Juga: SOBE 2025, Pimpinan TNI AU-TUDM Bahas Pertukaran Pengalaman Operasional Pesawat A400M

“Selalu siap siaga untuk membela negara dan memberikan kontribusi terbaik,” tegasnya.

Pembentukan Komponen Cadangan ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021 sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Komcad berperan sebagai kekuatan tambahan yang akan memperkuat TNI ketika menghadapi ancaman terhadap kedaulatan negara. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.