425 Pelajar KKRI Papua Dapat Arahan Pangkormar: Bangun Indonesia dari Hati Nurani

Jakarta, IDM - Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi menyambut kedatangan 425 pelajar asal Papua yang tergabung dalam Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (7/10).
Pada kesempatan tersebut, Endi memberikan pembekalan penuh semangat dan menyampaikan rasa bangganya bisa berjumpa langsung dengan ratusan pelajar KKRI dari papua.
“Saya ingin langsung bertatap muka dengan adik-adik semua. Kalian adalah duta dari Tanah Papua yang hadir di Bumi Marinir Cilandak sebagai wujud pemersatu bangsa,” ujar Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (8/10).
Endi juga mengingatkan kepada 425 pelajar KKRI Papua mengenai pentingnya kebanggaan sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia.
Baca Juga: TNI AU Asah Kemampuan Navigasi Malam Penerbang lewat Uji Fungsi dan Penggunaan NVG
“Kita harus bangga memiliki Papua, dan lebih bangga lagi karena kita bersatu dari Sabang sampai Merauke dalam satu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan agar semangat juang dan keikhlasan menjadi dasar dalam membangun negeri. “Mari kita bangun Indonesia dari hati nurani dan semangat juang agar Merah Putih terus berkibar di dunia internasional,” pesannya.
Usai memberikan arahan, sejumlah perwira Korps Marinir asal Papua turut diperkenalkan kepada para kadet untuk menumbuhkan semangat dan motivasi berprestasi. Acara dilanjutkan dengan demonstrasi pertempuran jarak dekat di atas kendaraan tempur Marinir serta tur fasilitas.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia, serta meneguhkan tekad para kadet Papua dalam berkontribusi bagi kejayaan Tanah Air,” pungkas Endi.
Baca Juga: Gelar Lokakarya SAR dan Survival, Kapuslaiklambangjaau: Jangan Biarkan Ilmu Berhenti
Program KKRI merupakan inisiatif baru yang untuk pertama kalinya digelar pada 2025. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan, program ini dirancang untuk membentuk generasi muda berkarakter kebangsaan, disiplin, cinta Tanah Air, dan memiliki semangat bela negara yang kuat.

“Program KKRI baru pertama kali dilaksanakan pada tahun 2025. Ke depan, program ini akan terus berlanjut secara berkesinambungan dengan cakupan yang lebih luas agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dan merasakan manfaatnya,” ujar Freddy, Senin (29/9).
Ia menuturkan, peserta KKRI berasal dari kalangan pelajar SMA dan SMK dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui pembinaan terstruktur, mereka diarahkan untuk menjadi kader bangsa yang tangguh dan berwawasan kebangsaan, serta siap mengabdi sesuai bidangnya masing-masing.
Freddy menambahkan, Kementerian Pertahanan menjadi leading sector dalam kebijakan program ini, sementara TNI bertugas sebagai pelaksana utama di lapangan, menyiapkan sarana, prasarana, instruktur, serta metode pembinaan.
Baca Juga: Pangkormar Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-80 Korps Marinir, Siapkan Perayaan Besar
Gelombang pertama KKRI telah berlangsung pada 19-21 September, disusul gelombang kedua pada 26-28 September. Pelaksanaannya melibatkan dukungan penuh dari satuan-satuan TNI, seperti Kopassus, Kostrad, Kodam Jaya, Pasmar 1, Kolinlamil, Lanud Halim Perdanakusuma, hingga Lanud Kalijati.
Adapun KKRI merupakan bagian dari implementasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 dan UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Selama pelatihan, para peserta mendapat pembekalan tentang pengetahuan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, kepemimpinan berwawasan bela negara, serta pelatihan kedisiplinan dasar, baris-berbaris, dan perkemahan Sabtu-Minggu.
Program KKRI juga mengadaptasi konsep serupa dari berbagai negara, seperti National Cadet Corps (India dan Singapura), Army Cadet Force (Inggris), Australian Army Cadet (Australia), hingga Royal Canadian Army Cadets (Kanada). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































