HANKAM

400 Prajurit Ksatria Jaya Pulang Selamat Setelah 14 Bulan di Medan Operasi

Yonif Raider
Sebanyak 400 prajurit Satgas Yonif Raider 142/Ksatria Jaya pulang dengan selamat setelah bertugas selama 14 bulan di medan operasi Papua. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Sebanyak 400 prajurit Satgas Yonif Raider 142/Ksatria Jaya pulang dengan selamat setelah bertugas selama 14 bulan di medan operasi Papua. Mereka langsung disambut Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Hilman Hadi dengan upacara militer di Dermaga Boom Baru, Palembang, Minggu (21/5).

Pangdam II/Swj menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas keberhasilan Satgas Organik Yonif 142/KJ dalam melaksanakan tugas operasi di Provinsi Papua. Pangdam juga mengungkapkan rasa bangga berangkat dan kembali 400 orang. "Sukses di medan tugas dan sukses di Home Base, tidak ada pelanggaran", kata Pangdam.

Baca Juga: KSAD Tawarkan Pelajar yang Viral Telapak Sepatu Lepas untuk Jadi Prajurit TNI

"Selamat datang kembali di Bumi Sriwijaya dan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada para Prajurit Satgas Yonif Raider 142/Ksatria Jaya atas dedikasi dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas menjaga integritas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Provinsi Papua selama lebih kurang 14 bulan," ujarnya.

Yonif Raider
(Foto: Dok. Dispenad)

Pangdam mengatakan, keberhasilan yang telah dicapai di daerah penugasan tentunya menjadi bekal dan pengalaman yang sangat berharga dalam menyongsong tugas-tugas ke depan yang semakin berat dan penuh dinamika.

Baca Juga: Satgas Yonif Raider 321 Kostrad Bagikan Makanan untuk Warga Papua Pegunungan

Oleh sebab itu, sambung Pangdam, lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan penyempurnaan dalam meningkatkan kualitas pembinaan satuan, sehingga kredibilitas dan reputasi Satuan Yonif Raider 142/Ksatria Jaya tetap terjaga dan terpelihara, bahkan dapat lebih ditingkatkan.

"Lakukan inventarisasi dan pengamanan, baik personel, materiil maupun pengamanan berita. Laksanakan kegiatan Harcegah terhadap alat peralatan yang telah digunakan dengan baik sebelum penggudangan, sehingga peralatan tersebut tetap dalam kondisi baik dan siap operasional serta dapat digunakan pada penugasan-penugasan yang akan datang," kata Pangdam. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.