40 Prajurit Pasukan Khusus TNI Latihan Bersama Australia di Trisula Wyvern-23

Jakarta, IDM - Sebanyak 40 prajurit pasukan khusus TNI mengikuti latihan bersama Trisula Wyvern 23 di Perth, Australia. Mereka bertolak ke Negeri Kangguru sejak Senin (9/10) kemarin, menggunakan pesawat Angkatan Udara Australia.
Dikutip dari keterangan Puspen TNI, Selasa (10/10), keberangkatan 40 prajurit pasukan khusus TNI yang dipimpin oleh Asops Koopssus TNI Kolonel Inf Agus Sunaryo ini terdiri dari dua personel Mabes TNI, lima personel Koopssus TNI, 11 personel Kopasus.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Keamanan Laut, Panglima TNI Sambangi Kapal Markas Satgasla KTT AIS
11 personel Denjaka Korps Marinir dan 11 personel Satbravo 90 TNI AU: 11. Sebelum berangkat, mereka melaksanakan pengecekan material yang akan digunakan saat latihan bersama Trisula Wyvern 23 berlangsung.

Trisula Wyvern adalah latihan bersama tingkat operasional yang mengevaluasi kemampuan untuk merencanakan dan melaksanakan operasi khusus gabungan di wilayah terdekat.
Baca Juga: Antisipasi Dinamika Keamanan Selama KTT AIS, Panglima TNI Tekankan Hal Ini
Latihan ini dilaksanakan antara Koopssus TNI dengan Australia Special Operations Command atau pasukan Komando Operasi Khusus Australia. Trisula Wyvern 23 berlangsung dari 9-20 Oktober dengan materi Non-combatan Evacuation Operations (NEO). (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































