4 Perwira TNI AD Terima Penghargaan Colin East Award dari Australia

Jakarta, IDM - Empat Perwira Menengah TNI Angkatan Darat (AD) menerima penghargaan Colin East Awards (CEA) 2023 dari Australia Defense Force (ADF).
Baca Juga: Prabowo: Semua Angkatan Mendapat Perhatian yang Sama
Dilansir keterangan Dispenad, Rabu, (13/12) keempatnya merupakan mantan Perwira Siswa (Pasis) berprestasi dari Dikreg LXIII Seskoad TA 2023 yaitu Mayor Czi Septian Hermawan Saputra yang juga lulusan terbaik dan peraih Virajati Seskoad, Mayor Inf I Gusti Bagus Prayuda, Mayor Inf Achmad Satya Karim, dan Mayor Arh Endis Fahrul Rizal.
"Selain mantan Pasis Seskoad, penghargaan ini diberikan juga kepada mantan para Pasis terbaik dari Seskoal dan Seskoau," tulis keterangan Dispenad.
Baca Juga: Terjun Tempur Prajurit Taifib 3 Marinir untuk Latih Kemampuan Operasi Lintas Udara
Colin East Award 2023 yang merupakan prakarsa Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia-Australia (IKAHAN) yang didukung oleh Panglima TNI dan Chief of the Defence Force (CDF) Australia yang menyokong cita-cita utama IKAHAN untuk mengembangkan dan meningkatkan hubungan bilateral khususnya di bidang pertahanan. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































