4 Penerbang TNI AU Berhasil Rampungkan Konversi Pesawat Terbang Tanpa Awak

Jakarta, IDM - Sebanyak 4 penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menyelesaikan konversi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) di Skadron Udara 52, Lanud Raden Sadjad, Natuna beberapa waktu lalu.
Dalam amanatnya, Komandan Lanud Raden Sadjad, Kolonel Pnb Dedy Iskandar berpesan kepada keempatnya agar terus belajar dan berlatih meskipun mereka telah berhasil menyelesaikan konversi PTTA ini.
Baca Juga: Presiden Jokowi Lantik Jenderal Agus Subiyanto Jadi Panglima TNI
“Untuk menjadi awak pesawat yang berkualifikasi khusus operasional, dibutuhkan kedisiplinan, loyalitas, dan dedikasi. Selain itu, kalian juga harus senantiasa meningkatkan profesionalisme penerbang,” ungkapnya.

“Kembangkan kemampuan diri, bekali diri dengan ilmu pengetahuan lainnya agar ke depan kalian benar-benar dapat diandalkan,” sambung Danlanud Raden Sadjad.
Baca Juga: Ini 3 Tahapan Materi Latma M2MC Torchlight 2023 Taifib Marinir-US Socpac
Melansir keterangan TNI AU disebutkan, 4 penerbang yang berhasil menyelesaikan konversi PTTA ini adalah Kapten Pnb Angga Wahyu; Letda Pnb Mustafandhy Hasibuan; Letda Pnb Yohanes Rangga Yoga Iswandono; dan Letda Pnb M. lhampatah.
Keberhasilan mereka menyelesaikan konversi PTTA ditandai dengan penyematan badge ‘Phoenix Number’ dan tradisi penyiraman air kembang oleh Komandan Lanud Raden Sadjad, serta Komadan Skadron Udara 52, Mayor Pnb Gatot Prasetyo. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































