4.500 Personel Gabungan Akan Amankan Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua

Jakarta, IDM - Korem 172/PWY menggelar apel kesiapan pengamanan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Papua, Rabu, (5/7).
Menurut Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Dedi Hardono apel ini demi mewujudkan kerja sama dan sinergi yang baik antaraparat. Lanjutnya, ada sebanyak 4.500 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan,guna mengamankan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan tiba di Jayapura, Papua, Rabu (5/7) petang.
Baca Juga: Pangkoarmada II Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Jabatan Strategis Koarmada II
Ia memastikan pasukan akan ditempatkan di sejumlah titik yang rencananya akan dikunjungi Presiden Jokowi seperti di Bandara Sentani, Kantor Gubernur Papua dan Kabupaten Keerom.
"Saya berharap masing-masing bagian dapat menjalankan fungsi, tugastugas dengan maksimal, sehingga rangkaian kunjungan presiden nantinya dapat terlaksana dan berjalan dengan baik," kata Dedi seperti dikutip dari Antara, Selasa.
Baca Juga: Prajurit Menart 2 Marinir Terima Pembekalan Penugasan Satgasmar PAM Ambalat XXIX
Presiden Jokowi, Kamis, (6/7) direncanakan akan mengunjungi Kabupaten Asmat untuk meresmikan Bandara Ewer dan dilanjutkan membuka kegiatan Papua Street Carnival di Kantor Gubernur Papua, Jumat, (7/7) serta panen perdana lumbung pangan food estate jagung di Kabupaten Keerom. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































