33 Pati TNI Resmi Naik Pangkat, Ini Nama-namanya

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menerima laporan korps kenaikan pangkat 33 Perwira Tinggi (Pati) TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2023).
Dalam keterangan Puspen TNI dikatakan kenaikan Pangkat Perwira Tinggi TNI ini berdasarkan Keppres Nomor 77/TNI/Tahun 2023 tanggal 20 September 2023, menindaklanjuti Keppres tersebut 33 Pati TNI melaksanakan Korp Raport berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin 1852/IX/2023 tanggal 20 September 2023.
Baca Juga: Jaga Perairan Sulawesi, Bakamla Gelar Evaluasi Strategi Keamanan Laut
Adapun nama-nama Pati yang naik pangkat sebagai berikut:
10 Pati TNI AD yaitu Mayjen TNI Irham Waroihan (Wairjenad), Mayjen TNI R.P. Ivancius Pr. Siagian (Staf Ahli Bid. Ekonomi Setjen Wantannas), Mayjen TNI M. Zulkifli (Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Jahpers), Mayjen TNI Fulad (Tenaga Ahli Pengajar Bid. Ideologi Lemhannas), Brigjen TNI Antonius Bambang Selagiri, (Pa Sahli Tk. II Bid. Banusia Panglima TNI), Brigjen TNI Ayi Lesmana, (Dir Vet Ditjen Pothan Kemhan), Brigjen TNI Deni Rejeki, (Danrem 142/Tatag (Pare-Pare) Kodam XIV/Hsn), Brigjen TNI Jimmy Watuseke (Danrem 033/WP (Tanjung Pinang Kodam I/BB)), Brigjen TNI Muhammad Bakri, (Irsus Itjenad), dan Brigjen TNI Unang Sudargo, (Widyaiswara Bid. Nik Akmil).
17 Pati TNI AL yaitu Laksdya TNI Maman Firmansyah (Wagub Lemhannas), Laksda TNI Sri Yanto (Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Unhan), Laksda TNI Arief Muchtarom, (Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Sahli Panglima TNI), Laksda TNI Rahmat Eko Rahardjo, (Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Politik Lemhannas), Laksda TNI Abdul Rivai Ras, (Staf Ahli Bid. Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Kemenko Polhukam), Mayjen TNI (Mar) Endang Taryo, (Pa Sahli Tk. III Bid. Jahpers Sahli Panglima TNI), Mayjen TNI (Mar) Nana Rukmana, (Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Sismennas Lemhannas), Laksma TNI Sa'ban Nur Subkhan, (Dir Min Lakgar Ditjen Renhan Kemhan. Laksma TNI Basri Mustari, (Pa Sahli Tk. II Was Afrika dan Timteng Sahli Bid. Hubint Panglima TNI), Laksma TNI Soleh, (Kaotmilti III Surabaya Babinkum TNI Laksma TNI Suprihandono, (Inspektur Kogabwilhan III), Laksma TNI Kunto Tjahjono, (Danlantamal XI Mer Koarmada III), Brigjen TNI (Mar) Mauriadi, (Pati Sahli Kasal Bid. Wilnas), Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon H. Pardosi, (Asrena Kaskogabwilhan III), Brigjen TNI (Mar) Raja Erjan H.S. Girsang, (Kepala Biro Kerjasama dan Hukum Settama Lemhannas), Laksma TNI Wawan Trisatya Atmaja, (Danguspurla Koarmada III) dan Brigjen TNI (Mar) Citro Subono, (Pa Sahli Tk. II Jahpers Panglima TNI.
Baca Juga: Kekuatan Baru TNI AU, 3 Pesawat C-130J Super Hercules Siap Terbang Formasi di HUT ke-78 TNI
6 Pati TNI AU yaitu Marsda TNI Mohammad Yani Rudiansyah, (Staf Ahli Menhan Bid. Sosial), Marsda TNI I G. Made Radar P. J. (Tenaga Ahli Pengajar Bid. Kepemimpinan Lemhannas), Marsma TNI Dwi Dedy Gunawan (Pati Sahli Kasau Bid. Strahan), Marsma TNI Suratmin, (Pa Sahli Tk. II Indag Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI), Marsma TNI Wisnu Saputro, (Kadisbintalidau), dan Marsma TNI dr. Paulus Supriono, (Pati Sahli Kasau Bid. Kersalem). (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































