HANKAM

306 Komcad Transmigran Ikuti Pendidikan Militer selama Dua Bulan

Kodiklat TNI
306 transmigran saat berangkat ke Kodiklat TNI untuk mengikuti pendidikan militer dasar selama dua bulan. (Foto: Kementerian Transmigrasi)

Jakarta, IDM – Kementerian Transmigrasi mengirim 306 transmigran Kodiklat TNI untuk mengikuti pendidikan militer dasar selama dua bulan.

Dikutip dari laman Kementerian Transmigrasi, Kamis (25/9) Menteri Transmigrasi M. Ifititah Sulaiman Suryanagara mengatakan pelatihan ini sebagai bagian dari transformasi transmigrasi.

"Pembangunan transmigrasi saat ini tidak lagi semata- mata soal infrastruktur, tetapi menitikberatkan pada pembangunan manusia yang unggul, tangguh, dan patriotik," kata Iftitah saat melepas para Komcad Transmigran ini di Kementerian Transmigrasi, di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (24/9).

Baca Juga: Kapal Perang Australia Bersandar di Bali selama Empat Hari, Ini Agendanya

Dijelaskan bahwa para peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Papua Selatan, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, hingga Aceh.

"Transmigran bukan hanya pelaku pembangunan ekonomi, tetapi juga penjaga kedaulatan bangsa. Ketangguhan mereka hidup di wilayah baru adalah wujud nyata semangat bela negara," kata Iftitah.

Kodiklat TNI
(Foto: Kementerian Transmigrasi)

Dalam kerja sama dengan Kementerian Pertahanan, peserta Komcad akan mengikuti pendidikan militer dasar selama dua bulan di Kodiklat TNI AD, Bandung. Lulusan SMP akan ditempatkan sebagai Tamtama, SMA sebagai Bintara, dan Sarjana sebagai Perwira.

Baca Juga: TNI AL Jalin Kerja Sama Strategis dengan Rusia di Bidang Pertahanan Laut

"Setelah pendidikan, mereka kembali ke kawasan transmigrasi masing-masing dengan status sebagai tentara cadangan yang siap dimobilisasi saat negara membutuhkan, baik dalam kondisi darurat maupun bencana," tegas Iftitah.

Ia menekankan bahwa Komcad bukan bentuk militerisme, melainkan amanat konstitusi UUD 1945 Pasal 30 tentang bela negara.

"Mulai sekarang tanamkan pola pikir yang harus dibangun adalah bukan seberapa banyak musuh yang dikalahkan, tetapi seberapa banyak manusia yang bisa diselamatkan," katanya.

Baca Juga: Menanti Kedatangan Rafale, KSAU Pastikan Kesiapan Infastruktur di Lanud Roesmin Nurjadin

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa transmigrasi modern menempatkan pembangunan manusia sebagai inti, bukan. sekadar pemindahan penduduk atau pembangunan fisik. Total lebih dari 93 persen peserta seleksi berasal dari transmigran lokal, sehingga memperkuat ketahanan masyarakat di daerah masing-masing tanpa menimbulkan gesekan budaya.

Kementerian Transmigrasi juga menyiapkan sinergi dengan Tim Ekspedisi Patriot yang memetakan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi. Dengan demikian, transmigran tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai pemilik lahan sekaligus penggerak industri di kawasan transmigrasi.

"Ke depan, transmigrasi akan mengawinkan kekuatan lahan dan tenaga kerja dengan dunia usaha melalui skema transmigrasi swakarsa berbantuan. Transmigran mendapat manfaat ganda sebagai pekerja industri sekaligus pemilik lahan," kata Iftitah. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.