HANKAM

Menanti Kedatangan Rafale, KSAU Pastikan Kesiapan Infastruktur di Lanud Roesmin Nurjadin

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono meninjau Rafale training center and full mission simulator di Lanud Roesmin Nurjadin. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono memastikan kesiapan infrastruktur dan sarana pendukung di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (22/9), dalam rangka menyambut kedatangan pesawat tempur terbaru TNI Angkatan Udara (TNI AU), Rafale.

Langkah ini menjadi wujud komitmen TNI AU dalam mematangkan persiapan Lanud Roesmin Nurjadin sebagai home base pertama bagi pesawat tempur generasi 4,5 tersebut.

Baca Juga: TNI AL Jalin Kerja Sama Strategis dengan Rusia di Bidang Pertahanan Laut

Rafale dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal 2026 dan diyakini mampu memberikan daya gentar yang signifikan bagi sistem pertahanan udara Indonesia.

Kehadiran alutsista modern ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AU dalam mengoperasikan teknologi tempur mutakhir.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris memaparkan proyek yang tengah berlangsung di Lanud Roesmin Nurjadin jelang kedatangan pesawat tempur Rafale. (Foto: Dok. Dispenau)

“Rafale akan menjadi salah satu elemen kunci dalam memperkuat pertahanan udara nasional. Oleh karena itu, kesiapan home base di Lanud Roesmin Nurjadin harus dipastikan optimal,” ungkap KSAU dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (24/9).

Pembangunan infrastruktur Rafale ini sejalan dengan prioritas TNI AU dalam modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam), sebagai langkah strategis mewujudkan postur kekuatan udara yang adaptif, modern, serta siap menjaga kedaulatan NKRI.

Baca Juga: Kapal Perang Australia Bersandar di Bali selama Empat Hari, Ini Agendanya

Pada kesempatan yang sama, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, memaparkan berbagai proyek penting yang sedang berlangsung, di antaranya pembangunan pilot building, hanggar Skadron Udara 12, area taxiway in/out, jet blast deflector, perluasan apron dan dispatch, serta pembangunan Rafale Training Center berikut Full Mission Simulator.

“Alhamdulillah, hingga saat ini progres proyek infrastruktur Rafale berjalan positif, bahkan beberapa telah mencapai 100 persen dan siap uji fungsi,” ungkap Danlanud. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.