30 Perwira TNI AU Ikuti Basic Investigator Workshop 2025

Jakarta, IDM – Sebanyak 30 perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti Basic Investigator Workshop ke-2 tahun anggaran 2025.
Pelatihan tersebut digelar sebagai sarana untuk membekali personel TNI AU dengan pengetahuan dasar investigasi kecelakaan secara profesional, yang mencakup aspek teknis, metodologi, etika, serta tanggung jawab moral.
Baca Juga: KSAD Jerman Kunjungi Markas Kopassus, Ada Apa?
Kepala Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI Angkatan Udara (Kapuslaiklambangjaau) Marsda TNI Andi Wijaya secara resmi membuka pelatihan tersebut di Skadron Pendidikan (Skadik) 304 Wingdik 300/Tek, Jakarta, Senin (21/7).

"Kegiatan ini menjadi penting sebagai pondasi dalam mendukung program kerja di bidang investigasi," ungkap Andi dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau).
Baca Juga: Menhan Sjafrie Dampingi Presiden Prabowo Resmikan 80.081 Koperasi Merah Putih
Para peserta diharapkan Kapuslaiklambangjaau dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengungkap penyebab kecelakaan dari berbagai aspek secara komprehensif sesuai mengikuti pelatihan ini.
Pembicara dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut dihadirkan dalam pelatihan tersebut. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































