HANKAM

30.000 Prajurit hingga 5 Kapal Selam Berkumpul di RIMPAC 2026 Hawaii

Korps Marinir
Barisan prajurit Korps Marinir saat tiba di Hawaii, Amerika Serikat, untuk mengikuti latihan maritim terbesar di dunia, RIMPAC 2026. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Angkatan Laut Amerika Serikat wilayah Pasifik (US Pacific Fleet) resmi memulai latihan multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026, di Hawaii pada Rabu (24/6) waktu setempat. Langkah ini menandai peningkatan kesiapan militer blok barat di tengah tingginya tensi geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Keterangan US Pacific Fleet menyebutkan, pergelaran ke-30 ini memobilisasi kekuatan tempur berskala raksasa. Sebanyak 30 negara mengirimkan total 30.000 personel militer Hawaii untuk menggelar simulasi tempur hingga 31 Juli 2026 mendatang.

Gabungan militer dunia ini mengerahkan armada tempur masif yang terdiri dari 30 kapal perang permukaan, 5 kapal selam, 15 pasukan darat nasional, serta 206 pesawat terbang. Pemilihan Hawaii sebagai pusat latihan bertujuan mengamankan jalur pelayaran internasional yang menjadi urat nadi perdagangan global.

Baca Juga: Taruna Akademi TNI akan Dijadikan Pembina Siswa Sekolah Rakyat

Komandan Satgas Gabungan RIMPAC 2026 Laksdya Jeff Jablon menyatakan, latihan dua tahunan ini berfokus pada pengujian kesiapan tempur multinasional.

"Melalui skenario yang kompleks dan realistis, negara-negara peserta dapat meningkatkan kesiapan, mengasah keterampilan bertempur, serta memperkuat kemampuan kerja sama taktis antarpasukan," ujar Jablon, dikutip dari keterangan Pacific Fleet di Jakarta, Kamis (25/6).

Delegasi TNI AL
Delegasi TNI AL menyimak pemaparan taktis dalam rangkaian pengarahan awal RIMPAC 2026 di Ford Island Conference Center, Hawaii, Amerika Serikat. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Latihan RIMPAC tahun ini mencakup berbagai spektrum operasi militer penuh. Para peserta akan menguji kemampuan tempur mereka melalui operasi amfibi atau pendaratan pasukan, latihan penembakan artileri dan rudal, perburuan kapal selam, serta operasi pertahanan udara.

Baca Juga: Filipina Pesan Dua Kapal LPD ke PT PAL, Unit Pertama akan Diluncurkan Akhir Bulan Ini

Selain simulasi tempur berat, latihan ini juga menguji ketangkasan pasukan dalam penanggulangan bajak laut, operasi pembersihan ranjau laut, penjinakan bahan peledak, penyelaman dan penyelamatan kapal (salvage), hingga simulasi bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana.

Sementara itu, Indonesia turut mengambil peran strategis untuk memperkuat diplomasi pertahanan di Pasifik. Kontingen TNI AL dilaporkan telah mendarat di Hawaii untuk mengikuti rangkaian pengarahan awal di Ford Island Conference Center, pada hari ini.

Komandan Satgas RIMPAC 2026 Letkol Laut (P) Eko Triyatomo memimpin langsung delegasi TNI AL yang terdiri dari jajaran staf darat serta pasukan Korps Marinir. Kehadiran kontingen ini menjadi bagian dari manuver Indonesia dalam menjaga keseimbangan keamanan regional.

Baca Juga: TNI AD Gelar Kejurnas Judo XVI Piala KSAD, Diikuti 792 Peserta

Sebelum bertolak ke Amerika Serikat, puluhan prajurit Korps Marinir telah menyelesaikan penggemblengan intensif untuk menyamakan standar operasi global. Pasukan pendarat ini menguasai latihan mobilisasi udara, termasuk simulasi turun cepat dari helikopter (fast rope) di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Pondok Cabe.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyampaikan, misi ini bertujuan menguji doktrin kedaulatan maritim Indonesia bersama kekuatan militer dunia. Selama 38 hari ke depan, prajurit TNI AL akan membaur dengan puluhan ribu tentara asing untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai poros maritim yang aktif menjaga perdamaian dunia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.