3 Prajurit TNI AD jadi Tersangka Kasus Pembunuhan KCP BRI

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono memastikan tiga prajurit TNI AD ditetapkan jadi tersangka kasus pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Muhammad Ilham Pradipta Oktober 2025 lalu.
"Dapat saya sampaikan bahwa dalam perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh Polisi Militer, saat ini tiga oknum prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersebut," kata Donny di Jakarta, Selasa (18/11).
Baca Juga: Wing Udara 3 Puspenerbal Latihan Gladi Tugas Tempur, Ada Materi Penggabungan Unsur Udara dengan KRI
Ia memastikan saat ini proses hukumnya terus berjalan dan seluruh oknum yang diduga terlibat sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
"Adapun inisial ketiganya yaitu Serka MN, Kopda FH, dan Serka FY," jelas Donny.
Lanjut Donny, bahwa dengan ditetapkan tiga tersangka ini, TNI Angkatan Darat menegaskan bahwa setiap pelanggaran hukum akan diproses secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku, dan berkomitmen untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan.
Untuk diketahui, pada Senin (17/11) kemarin Polda Metro Jaya telah menggelar reka ulang adegan atau rekonstruksi kasus penculikan berujung pembunuhan ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan rekonstruksi ini dilakukan oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan menghadirkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Total ada 15 tersangka berinisial K, DH, AAM, JP, E, REH, JRS, AT, EWB, MU, DSD, AW, EWH, RS, dan AS. Kemudian, tiga oknum prajurit TNI Kopda FH, Serka MN dan Serka FY. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































