3 Prajurit Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa karena Mempertaruhkan Nyawa di Papua

Jakarta, IDM – Tiga prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri (Yonif) 328/Dirgahayu mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Mereka adalah bagian dari Satuan tugas (Satgas) Koops Habema yang bertugas di Papua.
Dilansir dari postingan instagram milik Yonif 328, @pararaider328, Minggu (19/10), para prajurit tersebut yaitu prajurit satu (pratu) Geraldi, prajurit kepala (praka) Gugun dan prajurit satu (pratu) Andika C.
Baca Juga: KSAL Pastikan Kajian Kapal Induk Garibaldi Berjalan Aktif: Mudah-Mudahan Segera Bisa Akuisisi
Dijelaskan bahwa pangkat luar biasa ini diberikan atas dasar bahwa setiap prajurit yang mempertaruhkan jiwa raga dan berjasa melampaui panggilan tugasnya dapat dianugerahi pangkat luar biasa.
"Kenaikan Pangkat Luar Biasa OMSP ini adalah satu tingkat lebih tinggi," tulis keterangan instagram @pararaider328.
Baca Juga: Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Project Management Review Jelang Hadirnya Pesawat Tempur Rafale
Sebelumnya, KPLB juga diberikan untuk dua prajurit TNI yang gugur dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-80 TNI.
Mereka adalah prajurit Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir TNI AL, Praka (Mar) Zaenal Mutaqim yang gugur setelah melaksanakan penerjunan dalam rangkaian pesidential inspection HUT ke-80 TNI di Teluk Jakarta dan prajurit Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) Pratu Johari Alfarizi gugur setelah jatuh dari Tank Marder sehari sebelum puncak perayaan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional, Jakarta Pusat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































