HANKAM

3 Pati TNI AU Dapat Anugerah Tanda Kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama, Salah Satunya Dankopasgat

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat menyematkan tanda kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama kepada Dankopasgat, Marsda TNI Wahyu Hidayat. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Tiga perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Udara (TNI AU) mendapat anugerah tanda kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama yang disematkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Tanda kehormatan tersebut diberikan masing-masing kepada Marsda TNI Taspin Hasan, Marsda TNI Andi Kustoro dan Marsda TNI Wahyu Hidayat dalam sebuah upacara penganugerahan yang digelar di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Rabu (2/8).

Anugerah Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama merupakan tanda kehormatan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk menghormati jasa dan pengabdian seorang prajurit.

Baca Juga: Bersinergi, Begini Cara Kerja Pasukan Yonbekang dan Yonif Para Raider di Latgab TNI 2023

“Dalam hal ini para pejabat yang diberikan tanda kehormatan dinilai telah menunjukkan kemampuan dan jasa luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Udara,” tulis TNI AU dikutip dari akun instagram @militer.udara, Kamis (3/8).

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat memimpin upacara penyematan tanda kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama kepada tiga Pati TNI AU. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Dikutip dari berbagai sumber, ketiga Pati yang mendapat anugerah tersebut memang pernah atau tengah menduduki sejumlah jabatan strategis di TNI AU. Pertama, Marsda TNI Taspin Hasan merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1989 yang saat ini tengah mengemban amanat sebagai Staf Khusus KSAU.

Sebelumnya, Taspin pernah menjabat sebagai Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Dankopasgat) TNI AU pada periode 2022-2023. Ia merupakan Pati TNI AU dari kecabangan Kopasgat dan mahir dalam bidang anti-teror (Detasemen Bravo 90).

Baca Juga: LST India INS Airavat Sandar di Jakarta, Pernah Bawa Bantuan Oksigen Saat Covid-19

Kedua, terdapat nama Marsda TNI Andi Kustoro. Andi tercatat tengah menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Operasi Udara (Koopsud) II. Pria lulusan AAU tahun 1990 ini juga sempat menjabat sebagai Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru pada tahun 2021-2022.

Pati TNI AU ketiga yang mendapat anugerah tanda kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama adalah Marsda TNI Wahyu Hidayat.

Wahyu saat ini menjabat sebagai Komandan Kopasgat sejak 31 Januari 2023. Ia merupakan lulusan AAU tahun 1993 dari kecabangan Kopasgat dan pernah menempuh pendidikan komando di Komando Pasukan Khusus TNI AU.

Sebelum dipercaya sebagai Dankopasgat, Wahyu juga pernah menduduki posisi sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspamres). Saat itu, pengangkatan Wahyu menjadi Danpaspamres mencatat rekor baru lantaran baru pertama kali Danpaspamres dijabat oleh seorang Pati TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.