23 Peluru Hantam 'Bullseye', Tembakan Akurat Marinir TNI AL di Hawaii Bikin AS Kagum

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir TNI AL menerima penghargaan dari pasukan elite Amerika Serikat (AS). Penembak jitu Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dalam latihan bersama Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 di Hawaii.
Prestasi tersebut diraih oleh Serda (Mar) Agus Supriyanto. Saat mengikuti latihan menembak di Range 1, Marine Corps Base Hawaii, Rabu (1/7), Agus menjadi penembak terbaik dari seluruh kontingen Marinir TNI AL.
Catatan teknis bidikannya tergolong mencengangkan. Dari total 30 butir peluru yang keluar dari senjatanya, 23 peluru menghantam titik yang sama di pusat sasaran atau bullseye.
Baca Juga: Kapal Selam Scorpene: Dibangun di Indonesia, oleh Indonesia, untuk Indonesia
Konsistensi ini langsung menarik perhatian jajaran perwira militer negara peserta. Komandan Batalion ke-2, Infanteri ke-7 Marinir AS Letkol C. A. Elsasser, menghampiri Agus untuk menyerahkan challenge coin. Koin tantangan ini menjadi simbol kehormatan tertinggi antarprajurit.
Sembari menjabat tangan Agus, Elsasser mengungkapkan kekagumannya terhadap ketangkasan pasukan berbaret ungu tersebut.
"Indonesian Marines, you are killer!" ujar Elsasser spontan di depan pasukan multinasional, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (3/7).
Letda (Mar) Wisnu Kumara Widyadhana memimpin langsung jalannya latihan di lapangan tersebut. Wisnu memastikan seluruh rangkaian penembakan selesai aman sesuai standar internasional.
Baca Juga: Tiga Jenderal Istana Raih Penghargaan Koopssus TNI, Ini Sosoknya!
Ajari Militer Asing Bertahan Hidup
Capaian Agus menambah daftar keberhasilan Marinir TNI AL di Hawaii. Pada sesi latihan Selasa (30/6), pasukan pendarat Indonesia ini juga bertindak sebagai instruktur teknik bertahan hidup di hutan (jungle survival) bagi militer asing.
Dalam sesi itu, Letnan (Mar) Chesya Prasetyo melatih tentara luar negeri cara membedakan tumbuhan layak konsumsi hingga metode menyuling air kotor menjadi air siap minum dengan alat seadanya. Materi bertahan hidup tanpa logistik milik Indonesia ini paling banyak menyedot perhatian peserta internasional, mengungguli paparan dari Malaysia, Peru, dan Sri Lanka.

Selain itu, 35 prajurit pilihan Indonesia ini sudah menyelesaikan latihan pertempuran kota bersama USMC. Mereka mencoba langsung terbang dan mendarat menggunakan pesawat baling-baling putar (tiltrotor) MV-22 Osprey milik militer AS, serta mengasah teknik pembersihan ruangan untuk pertempuran jarak dekat.
Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026 Letkol (Mar) Huda Prawira Soemarto, menjelaskan, rentetan hasil positif ini merupakan buah dari pembinaan kemampuan tempur secara berkesinambungan di tanah air.
Baca Juga: Siap-siap, 45 Kabupaten/Kota Bakal ‘Diserbu’ TNI AD untuk Akselerasi Pembangunan
"Melalui kegiatan ini, Marinir TNI AL tidak hanya berbagi kemampuan, tetapi juga belajar dari pengalaman negara lain," ujar Huda.
Huda menilai forum internasional seperti RIMPAC menjadi kesempatan penting bagi setiap negara untuk saling menguji kemampuan dan menyamakan koordinasi. Menurutnya, pembuktian di lapangan menjadi modal krusial bagi TNI AL dalam menghadapi tantangan operasi bersama di masa depan.
Keterlibatan aktif Marinir TNI AL dalam RIMPAC 2026 merupakan bagian dari latihan pertahanan terbesar di dunia buatan Angkatan Laut Amerika Serikat Wilayah Pasifik (US Pacific Fleet). Latihan yang berjalan hingga 31 Juli 2026 ini mengumpulkan 30 negara dengan total 30.000 personel militer demi menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































