220 Pelatih Tentara Ditatar di Bandung, Ini Tujuannya

Jakarta, IDM – Sebanyak 220 pelatih tentara yang berasal dari Brigif TP dan Yonif TP satuan jajaran TNI AD mengikuti pelatihan di Kodiklatad, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Komandan Kodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan.
Dilansir dari keterangan Penkodiklatad, Minggu (1/2), penataran pelatih ini akan dilaksanakan selama 14 hari dengan fokus utama pada pembekalan kemampuan teknis dalam menyelenggarakan latihan, guna membentuk Perwira dan Bintara pelatih yang profesional dan berkompeten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kodiklatad dalam meningkatkan mutu pembinaan latihan di satuan.
Baca Juga: Kodam XX Tuanku Imam Bonjol Kebut Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar
Dalam sambutannya, Hasan menegaskan bahwa penataran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta keseragaman penyelenggaraan latihan di satuan, khususnya pada Brigif TP dan Yonif TP.
"Melalui kegiatan ini diharapkan para pelatih memiliki karakter yang kuat, pemahaman manajemen latihan yang baik serta mampu mengaplikasikannya secara efektif guna meningkatkan kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Darat," kata Hasan.
Baca Juga: Perkuat Komcad, Menhan Sebut 4.000 ASN Kementerian/Lembaga akan Dilatih Dasar Militer
Lebih lanjut Hasan berharap para peserta dapat menyerap dan mengimplementasikan seluruh materi yang diperoleh secara optimal di satuan masing-masing, sehingga kualitas latihan semakin meningkat dan mampu mendukung terwujudnya prajurit TNI AD yang tangguh, profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































