217 Siswa Kodiklatal Akan Dilantik Jadi Perwira Pertama, Ini Wejangan KSAL

Jakarta, IDM - Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) pada tahun ini akan melantik 217 siswa sebagai Perwira Pertama (Pama), lulusan Diktukpa angkatan ke-53, Surabaya, Minggu (5/11).
Ratusan siswa tersebut terdiri dari Korps Pelaut 43 orang, Korps Teknik 34 orang, Korps Elektronika 23 orang, Korps Suplai 22 orang (17 pria dan 5 perempuan), dan Korps Marinir 25 orang.
Baca Juga: Lewat Pagelaran Seni Budaya, KSAD Ajak Warga Ciptakan Pemilu Damai
Kemudian, Korps Kesehatan 34 orang (27 pria dan 7 perempuan), Korps Khusus 14 orang (11 pria dan 3 perempuan), Korps Pomal 18 orang, dan Korps Hukum 4 orang.

Dalam pelantikan tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan pembekalan kepada calon wisudawan 217 siswa bahwa sumber daya manusia (SDM) unggul merupakan kunci sukses kejayaan TNI AL.
Menurutnya, seorang perwira akan menjadi pemimpin yang memiliki beban tugas, wewenang dan tanggung jawab yang sesuai dengan tempat penugasan.
Baca Juga: Kapal Perang Destroyer Korsel di Jakarta, Hantu Laut Marinir Bersiaga
"Perwira memiliki konsekuensi tanggung jawab moril terhadap keluarga, anak buah serta lingkungan," ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (6/11).
Ia menegaskan, figur seorang pemimpin akan menjadi panutan dan teladan bagi lingkungannya. "Perwira harus mampu menampilkan performa terbaik yang dapat menjadi contoh bagi anak buah maupun lingkungan sekitarnya," tegas Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































