HANKAM

200 Personel Satgas Kuala Dikerahkan untuk Percepatan Rehabilitasi Aceh Tamiang

Sjafrie Sjamsoeddin dan Tandyo Budi Revita
Menhan Sjafrie bersama Wakil Panglima TNI meninjau kondisi Sungai Tamiang. (Foto: Dok. Tim Media Menhan SS)

Jakarta, IDM – Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala dengan melibatkan 200 personel sebagai bagian dari upaya terpadu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Satgas yang dipimpin Wakil Panglima TNI Letjen TNI Tandyo Budi Revita ini diharapkan tidak hanya berfokus pada normalisasi sungai dan muara, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap pemulihan serta penguatan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga: Awal 2026, Lima Anggota OPM Kembali ke NKRI karena Pendekatan Humanis TNI AD

Pada Minggu (4/1), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang. Ia meninjau langsung kondisi Sungai Tamiang hingga muara laut untuk mendapatkan gambaran teknis sedimentasi dan alur sungai. Peninjauan tersebut menjadi dasar perencanaan teknis operasi Satgas Kuala, termasuk penentuan jenis alat berat dan mekanisme pekerjaan yang akan diterapkan.

Usai peninjauan, Menhan memimpin rapat evaluasi persiapan Satgas Kuala. Dalam rapat itu ditetapkan pembagian tugas ke dalam dua gugus utama, Gugus Tugas Pendalaman Kuala Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala. Disepakati juga bahwa pergeseran kapal dan peralatan akan dilakukan bertahap hingga pekan kedua Januari 2026, dengan muara Sungai Tamiang sebagai titik kumpul utama.

Pelaksanaan tugas Satgas Kuala dijadwalkan dimulai awal Februari 2026, seiring dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berjalan. Untuk mendukung kelancaran operasi, Kementerian Pertahanan menyiapkan dukungan logistik, termasuk fasilitas pendukung seperti speed boat dan hovercraft.

Gugus Tugas Normalisasi juga akan dilengkapi peralatan penjernih air untuk membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di bantaran sungai dan kawasan muara.

Baca Juga: TNI AD Percepat Pemulihan Fasilitas Kesehatan dan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

Selain itu, aspek pendukung lain turut diperhatikan, mulai dari administrasi lingkungan yang dikoordinasikan Mabes TNI hingga perawatan kesehatan mandiri bagi personel Satgas selama bertugas. Kendali operasi akan dilaksanakan dari Kapal Markas Kementerian Pertahanan yang dikawal KRI, dengan koordinasi erat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

Tidak hanya melibatkan TNI dan unsur pemerintahan, Satgas Kuala juga menggandeng kalangan profesional. Salah satunya adalah Jhon Lin yang turut bergabung dalam tim. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.