HANKAM

17,4 Juta Obat-obatan dan 4,8 Juta Vitamin Produksi TNI Diserahkan untuk Kopdes Merah Putih dan MBG

Kemhan RI
Kemhan RI secara simbolis menyerahkan 17,4 juta obat untuk digunakan Koperasi Desa Merah Putih dan 4,8 juta butir vitamin untuk makan bergizi gratis. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI secara simbolis menyerahkan 17,4 juta obat untuk digunakan Koperasi Desa Merah Putih.

Penyerahan itu dilakukan Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kompleks Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (1/10).

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan wakil kepala staf angkatan tiga matra turut hadir dalam acara tersebut.

“Pada kesempatan kali ini kami serahkan sekitar 17,4 juta obat kepada Menteri Koperasi yang nantinya akan didistribusikan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh pelosok Tanah Air,” kata Donny.

Baca Juga: TNI AL Siapkan Empat KCR Baru Gantikan Kapal Lama, Dua Unit Dibangun di Turki

Pertahanan yang kuat, lanjut Donny, salah satunya didukung oleh unsur sumber daya manusia (SDM) yang kuat dan sehat.

“Sehingga ini menjadi perhatian kami di Kemhan untuk mendukung rakyat Indonesia bisa sehat,” ujar Wamenhan RI.

Menteri Koperasi Ferry mengatakan, obat-obatan produksi dari pabrik pertahanan negara akan didistribusikan ke puskesmas desa atau puskesmas pembantu yang terintegrasi dalam Kopdes Merah Putih.

Baca Juga: TNI Punya PDL Baru Mirip Warna Seragam Komcad, Akan Dipakai Serentak 5 Oktober

“Obat-obatan ini nanti akan distribusikan ke kegiatan apotek dan klinik desa yang ada dari puskesdes dan pustu yang sudah bertransformasi menjadi unit kegiatan dari koperasi desa. Itu akan diutamakan,” kata Ferry.

Obat-obatan tersebut diproduksi Lembaga Farmasi (Lafi) TNI dari tiga matra yang berada di bawah koordinasi Pusat Farmasi Pertahanan Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Baharwat Kemhan).

Obat-obatan yang diserahkan berupa paracetamol Fimol (diproduksi Lafi TNI AD), anti nyeri Ponstal (Lafi TNI AL), hingga Cevalaf (Lafi TNI AU).

Produksi obat-obatan itu didukung Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga: Outbound Media Dirgantara 2025, Jurnalis Nasional Telusuri Kiprah TNI AU di Lanud Sultan Hasanuddin

Selain itu, Kemhan RI juga menyerahkan 4,8 juta butir vitamin untuk program makan bergizi gratis (MBG). Vitamin-vitamin itu juga merupakan produksi Pusat Farmasi Pertahanan.

“Sekitar 4,8 juta butir vitamin yang akan kami serahkan kepada SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi). Ada sekitar 100 SPPG yang akan menerima vitamin ini, yang akan didistribusikan kepada SPPG yang ada di sekitar Jakarta,” kata Wamenhan RI.

Donny mengatakan, jumlah obat dan vitamin yang disalurkan disesuaikan kebutuhan.

“Untuk sementara pada tahun ini kami memproduksi 17,4 juta (obat), tapi nanti kita melihat lagi kebutuhan seperti apa, alokasinya berapa, nanti akan disesuaikan,” ujar Donny. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.