16 Mei 2023 Mendatang TNI Akan Gelar Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak

Jakarta, IDM - TNI akan menggelar Penanaman Mangrove Nasional secara serentak di seluruh Indonesia. Hal ini diungkapkan Aster Panglima TNI Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno saat memaparkan kesiapan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (27/4).
Menurut Aster nantinya acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan selanjutnya pernyataan dan penyerahan Rekor MURI dalam bidang Penanaman Mangrove Nasional secara serentak oleh jajaran TNI seluruh Indonesia.
Menanggapi paparan ini, Panglima TNI menyampaikan beberapa hal diantaranya dalam Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak agar melibatkan masyarakat setempat.
Baca Juga: Menhan Prabowo Hadiri Ratas Pembahasan Papua di Istana Wakil Presiden
"Diharapkan suasananya lebih alami dan lebih memasyarakat penanaman Mangrove di Indonesia. Pada saat itu, ada juga pembagian Sembako untuk masyarakat sekitar. Saya berharap saat pelaksanaannya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut serta pada acara Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak,” katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































