122 Putra Kalimantan Lulus Prajurit TNI AD, Ada dari Suku Dayak dan Banjar

Jakarta, IDM – Sebanyak 122 putra daerah Kalimantan lulus seleksi Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) Gelombang II Tahun Anggaran 2025 di wilayah Kodam VI/Mulawarman. Mereka nantinya akan mengikuti pendidikan lanjutan.
Baca Juga: Rakor dengan TNI, Menko Budi Gunawan: Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara
Dilansir dari keterangan Pendam VI/Mulawarman, Sabtu (19/7) keberhasilan ini menunjukkan komitmen TNI Angkatan Darat dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh anak bangsa.
122 orang ini berasal dari berbagai latar belakang suku lokal seperti Banjar 82 orang, Dayak 10 orang, Paser 8 orang, Kutai 7 orang, Tidung 3 orang, hingga sub-suku Dayak seperti Bakumpai, Kenyah, Meratus, dan Sa’ban.
Baca Juga: Tak Ada Ambulans, TNI Gotong Warga Papua yang Sakit Gunakan Tandu
"Total keterwakilan putra daerah ini mencapai 24,4 persen dari seluruh peserta yang lulus seleksi," bunyi keterangan Pendam VI/Mulawarman. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































