114 Korban Ditemukan Selamat, Basarnas Fokuskan Pencarian Kapal Virgo Transport di 6 Sektor

Jakarta, IDM – Tim Pencari dan Pertolongan (Basarnas) mempersempit area pencarian kecelakaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8 menjadi enam sektor pada operasi hari kedua. Langkah ini diambil usai petugas mengonfirmasi titik koordinat pasti tenggelamnya kapal (datum) di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kapal jenis roro tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Banjarmasin pada Sabtu (12/9) pagi. Kapal kemudian dilaporkan mengalami kemiringan (listing) hingga hilang kontak (lost contact) pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA.
Tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran hingga 2.600 mil laut (nautical mile) untuk mencari penumpang yang masih hilang. Penyisiran melibatkan armada udara milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pengerahan masif alutsista TNI AL.
Baca Juga: Bukan Cuma TNI AL, Misi KRI ke 4 Negara Pasifik Boyong AD hingga Polri
Hingga hari kedua operasi, petugas mencatat sebanyak 114 korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari lokasi kejadian. Sejumlah kapal niaga yang melintas di sekitar lokasi musibah, seperti KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP, ikut membantu evakuasi awal para korban dari atas laut.
Para korban selamat kemudian ditransfer ke KRI Nala milik TNI AL serta Kapal Negara (KN) Kunyit milik Distrik Navigasi untuk dibawa menuju darat. Tim medis langsung memeriksa kesehatan para penumpang begitu tiba di pelabuhan untuk merujuk korban yang membutuhkan penanganan medis ke rumah sakit.
Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya TNI Mohammad Syafii menyatakan tim gabungan terus memaksimalkan pergerakan kapal evakuasi di titik koordinat yang berjarak sekitar 80 mil laut dari posko utama.
"Datum atau posisi pasti dari kapal sebenarnya sudah ada koordinatnya, yaitu jarak kira-kira 80 mil laut dari posisi sekarang ini," ujar Syafii saat konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9).

Ia menjelaskan musibah pelayaran ini berawal dari hempasan cuaca buruk di tengah laut. Informasi dari sejumlah saksi selamat memperkuat dugaan tersebut setelah ombak tinggi menembus bagian dalam kapal.
"Diawali dari adanya cuaca buruk dan itu dibenarkan oleh beberapa penumpang bahwa ombak bisa masuk ke dalam kapal Virgo Transport 8. Berarti pada saat itu ketinggian ombak memang lebih dari 3 meter," katanya.
Pemerintah menegaskan kapal tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas (overload). Total muatan saat kapal bertolak masih jauh di bawah batas maksimal yang berkapasitas 500 orang. Data manifes mencatat kapal membawa 243 orang, yang terdiri dari 30 awak kapal, 27 mitra kerja, 60 penumpang umum, serta 126 pengemudi logistik beserta 89 unit kendaraan.
Baca Juga: 30 Hari Disandera OPM, Wanita Ini Berhasil Dievakuasi oleh Satgas Operasi Damai Cartenz
Pencarian di laut lepas ini didukung pengerahan kekuatan penuh TNI AL yang menerjunkan kapal perang KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, dan KRI Canopus-936. Selain kapal perang, TNI AL juga mengerahkan pesawat patroli maritim CN-235 MPA P-8301 serta helikopter Panther untuk memantau keberadaan korban dari udara.
Operasi evakuasi di perairan ini mendapat pantauan langsung dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan. Pihak Syahbandar (KSOP) menyatakan penyebab pasti musibah masih dalam tahap investigasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Untuk melayani kebutuhan informasi keluarga korban, petugas mendirikan dua posko pengaduan resmi di Pelabuhan Keberangkatan Surabaya dan Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Posko ini bertugas memvalidasi data manifes serta menerima laporan masyarakat yang kehilangan anggota keluarga.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































