HANKAM

110 Calon Prajurit TNI AL Masuki Pendidikan Kopaska hingga Kapal Selam

calon siswa TNI AL
Ratusan calon siswa TNI AL lolos sidang penetuan akhir di Surabaya, Kamis (16/10) untuk mengikuti program pendidikan brevet khusus. (Foto: Dok. Dispen Kodiklatal)

Jakarta, IDM - Masuk ke satuan elite seperti Komando Pasukan Katak (Kopaska), Intai Amfibi (Taifib), dan kapal selam bukan sekadar urusan fisik kuat. Hanya mereka yang tahan secara mental dan berkarakter teguh yang bisa bertahan hingga seleksi tahap akhir.

Pada sidang komisi penentuan akhir (Pantukhir) pendidikan perwira penerbang dan brevet TNI AL 2025 di Surabaya, Kamis (16/10), sebanyak 174 calon siswa kembali diuji secara menyeluruh. Hasilnya, hanya 110 yang dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan khusus.

Baca Juga: Panglima TNI: Soliditas dan Sinergi 3 Matra jadi Kekuatan Utama Jaga NKRI

Sekretaris Dinas Pendidikan Angkatan Laut (Sekdisdikal) Kolonel Laut (S) Lusyanto J, menjelaskan sidang penentuan akhir menjadi filter terakhir untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang layak ditempa lebih lanjut.

"Sidang pantukhir merupakan tahapan akhir dalam proses seleksi ketat, untuk menjaring calon siswa terbaik yang memenuhi kualifikasi tinggi aspek mental, fisik, pengetahuan, serta nilai-nilai kepribadian, seperti integritas, kedisiplinan, dan dedikasi,” jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Jumat (17/10).

Dari 110 calon siswa TNI AL yang lulus, mereka akan menempati berbagai program pendidikan strategis, meliputi 26 orang pendidikan Kopaska, 35 orang pendidikan Taifib, 22 orang pendidikan kapal selam, 17 orang pendidikan juru selam, dan 10 orang pendidikan penerbang.

Baca Juga: Menarmed 1 Kostrad Gelar Latihan Menembak Senjata Berat di Puslatpur TNI AD

Menurut Lusyanto, seluruh calon siswa TNI AL akan menjalani pembinaan intensif di Kodiklatal sebelum nantinya ditempatkan pada satuan dan alutsista strategis TNI AL.

"Seleksi ini bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia unggul dan profesional, khususnya dalam bidang-bidang strategis yang menuntut kemampuan khusus dan kesiapsiagaan tinggi," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.